Soal Satu NIK Digunakan Banyak SIM, Ini Kata Operator

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 11 Apr 2018 08:04 WIB
indosattelkomseltelekomunikasi
Soal Satu NIK Digunakan Banyak SIM, Ini Kata Operator
Ilustrasi.

Jakarta: Telkomsel dan Indosat Ooredoo telah memblokir nomor-nomor yang didaftarkan menggunakan NIK (Nomor Induk Kependudukan) dan nomor KK (Kartu keluarga) yang tidak sah.

Hal ini diungkapkan setelah muncul laporan bahwa ada satu NIK yang digunakan oleh ratusan ribu atau bahkan jutaan nomor ponsel. 

"Terkait dengan anomali data satu NIK yang digunakan untuk melakukan registrasi di banyak nomor seperti yang disampaikan dalam RDP, kami telah melakukan pemblokiran pada nomor-nomor tersebut," kata Group Head Corporate Communications, Indosat Ooredoo, Deva Rachman. 

RDP (Rapat Dengar Pendapat) yang dimaksud oleh Deva mempertemukan pihak Dukcapil (Kependudukan dan Catatan Sipil), Kemenkominfo (Kementerian Komunikasi dan Informatika) dengan Komisi 1 DPR. 

Sementara itu, Adita Irawati, Vice President Corporate Communications Telkomsel menjelaskan bahwa sistem Telkomsel tidak dapat memeriksa apakah satu NIK digunakan oleh banyak nomor kartu SIM. Alasannya, karena semua data yang didapat langsung diteruskan pada Dukcapil.

"Setelah kami mendapatkan feedback dari DUkcapil, setiap nomor perdana yang terbukti melakukan penyalahgunaan identitas saat registrasi, telah kami blokir," kata Adita. 

Deva menjelaskan, Indosat selalu menginformasikan pada semua pihak untuk mematuhi peraturan terkait registrasi kartu prabayar.

"Indosat Ooredoo juga selalu menekankan kepada masyarakat untuk melakukan registrasi sesuai dengan peraturan dan tidak menggunakan data NIK dan nomor KK secara tanpa hak," ujarnya. 

Adita menjelaskan, pada November 2017, BRTI (Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia) mengeluarkan surat edaran yang memungkinkan satu identitas -- NIK dan nomor KK -- untuk digunakan dalam pendaftaran lebih dari tiga nomor perdana. BRTI mengeluarkan surat edaran setelah mendapatkan aspirasi dari pihak outlet.

"Dalam perkembangannya, setelah kami melakukan evaluasi, Telkomsel berinisiatif menutup pendaftaran lebih dari tiga nomor tersebut pada Maret 2018," ujar Adita. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.