Tak Hanya di Lapangan, Teroris Juga Beraksi di Media Sosial

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Minggu, 13 May 2018 17:22 WIB
media sosialTeror Bom di Surabaya
Tak Hanya di Lapangan, Teroris Juga Beraksi di Media Sosial
Ilustrasi.

Jakarta: "Tidak semua teroris bekerja di lapangan, menyerang gereja, menyerang markas polisi," kata pengamat terorisme, Ridlwan Habib. "Ada juga sub-departemen dari jaringan teroris yang menyerang di media sosial, memainkan opini, memainkan isu sehingga masyarakat terbelah."

Kepada Metro TV, Ridlwan menjelaskan bahwa memecah belah rakyat adalah salah satu tujuan teroris. Setelah itu, mereka akan melakukan serangan menggunakan pasukan bersenjata. Dia menjadikan Marawi sebagai contoh.

"Pola-pola seperti ini, jangan sampai terjadi di Indonesia," katanya. 

Ridlwan menghimbau pada masyarakat untuk berhenti berdebat di media sosial, untuk tidak "memberikan panggung" pada orang-orang yang mendukung terorisme. "Tentunya, kita juga mendesak aparat untuk memonitor akun-akun tertentu yang mendukung teroris," katanya. 



Sekarang ini, ada orang-orang yang menyebutkan serangan teror seperti pengeboman di gereja-gereja di Surabaya dan serangan di Mako Brimob sebagai rekayasa. Terkait hal ini, Ridlwan berharap bahwa masyarakat dan tokoh politik berhenti menggunakan isu terorisme untuk politik. "Ini menyangkut hati nurani, juga kebebasan untuk beribadah," ujarnya. 

Dia menyebutkan, sejak Donald Trump keluar sebagai pemenang dalam pemilu presiden Amerika Serikat pada 2016, mulai muncul budaya pesimisme terhadap media formal. Masyarakat menjadi skeptik pada sumber formal dan justru lebih memilih untuk memercayai berita di media sosial. "Itu bahaya jika tidak kita lawan," katanya. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.