Batasi Waktu Berinternet tak Lindungi Anak dari Ancaman Online

Cahyandaru Kuncorojati    •    Jumat, 27 Apr 2018 09:07 WIB
cyber securitykaspersky
Batasi Waktu Berinternet tak Lindungi Anak dari Ancaman Online
Ilustrasi.

Jakarta: Sebagian orangtua mungkin setuju bahwa internet juga memiliki dampak negatif dan hal ini sulit dihindari bagi anak mereka yang tumbuh besar di era digital. Menurut Kaspersky Lab, membatasi waktu anak bermain internet tidak melindungi mereka dari bahayanya.

Dalam riset yang dilakukan Kaspersky Lab dann B2B International ditemukan bahwa 33 persen dari orangtua merasa khawatir terhadap kecanduan Internet yang dialami oleh generasi muda.

Disebutkan satu dari sepuluh (12 persen) anak di bawah umur 18 tahun telah mengalami kecanduan Internet. Sementara 36 persen orangtua mengkhawatirkan anak-anak melihat konten yang tidak pantas atau eksplisit dan sebesar 32 persen khawatir anak-anak berkomunikasi dengan orang tidak dikenal.

Dengan persentase 51 persen orangtua merasa ancaman online kepada anak-anaknya semakin meningkat, jumlah waktu anak-anak melakukan kegiatan online merupakan faktor penting yang diperhatikan orangtua agar mereka tetap terlindungi.

Karena kekhawatiran ini, sebanyak 33 persen orangtua memberlakukan pembatasan waktu berselancar di Internet kepada anak-anaknya.

Dalam waktu 12 bulan, 44 persen dari anak-anak menghadapi paling sedikit satu ancaman online, dengan satu dari sepuluh anak mengakses konten yang tidak pantas (12 persen) atau berhadapan dengan software berbahaya dan virus (10 persen).

VP Product Marketing Kaspersky Lab Dmitry Aleshin menyarankan orangtua agar dapat memberikan edukasi. Lebih dari sepertiga (37 persen) orangtua secara rutin berbincang mengenai bahaya online dengan anak-anaknya dan 31 persen mengawasi anak-anaknya selagi mereka melakukan aktivitas online.

“Yang juga penting adalah menggunakan software untuk memperkuat perlindungan. Membatasi waktu berinternet adalah salah satu dari proses tapi tidak cukup hanya itu. Teknologi dapat membantu mengurangi risiko, sekaligus membantu anak-anak untuk mengeksplorasi aspek positif dari Internet dengan aman," ungkap Aleshin.


(MMI)

Roccat Kone AIMO, Premium Pakai Kecerdasan Buatan
Review Mouse Gaming

Roccat Kone AIMO, Premium Pakai Kecerdasan Buatan

4 days Ago

Roccat Kone AIMO digolongkan sebagai mouse gaming premium dengan fitur yang sangat pantas dimil…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.