Indosat Ingin Warganet Lebih Bijak Pakai Media Sosial

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Minggu, 27 Aug 2017 16:27 WIB
kominfomedia sosial
Indosat Ingin Warganet Lebih Bijak Pakai Media Sosial
Peluncuran gerakan Bijak Bersosmed.

Metrotvnews.com, Jakarta: Media sosial telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia. Sayangnya, tidak semua orang menggunakan media sosial dengan bijak. Sebut saja grup Saracen yang menggunakan Facebook untuk menyebarkan konten berbau SARA (Suku, Agama, Ras dan Antargolongan). Hal inilah yang mendasari munculnya gerakan #BijakBersosmed.

Inisiatif warganet yang didukung oleh Indosat Ooredoo ini bertujuan untuk mengajak masyarakat Indonesia untuk menggunakan media sosial dengan lebih cerdas dan hati-hati. Acara yang diadakan di Auditorium Indosat Ooredoo ini dihadiri oleh 200 peserta. 

"Peluncuran gerakan #BijakBersosmed merupakan awal dari upaya untuk melihat sosial media kita agar menjadi tempat untuk menyampaikan informasi yang baik dan benar, melahirkan inovasi baru, bertukar gagasan, dan menghargai perbedaan pendapat dengan cara yang santun," kata Chief Human Resources Officer Indosat Ooredoo, Ripy Mangkoesoebroto, dalam keterngan resmi kepada Metrotvnews.com.

Dengan adanya kelompok yang menggunakan media sosial untuk memecah-belah persatuan dan ladang profit untuk produsen hoax, Gerakan Bijak Bersosmed ditujukan untuk menggaungkan pesan-pesan positif. Semuel Abrijani Pangerapan, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Kemenkominfo mengapresiasi diadakannya gerakan ini.

Pria yang akrab dengan panggilan Semmy ini mengatakan, sekitar 51 persen populasi Indonesia atau sekitar 132 juta orang telah terhubung ke internet. Namun, media sosial Indonesia sering menjadi tempat keributan terkait dinamika politik, ekonomi dan sosial di Inodnesia. 

“Kemerdekaan yang sudah kita nikmati hingga hari ini, bukanlah kemerdekaan untuk menjadi semrawut dan seenaknya, namun justru harus membuat kita lebih bersyukur dan bijak dalam menggunakan kemerdekaan, ini berlaku juga dengan kebebasan berekspresi di sosial media,” kata Semmy. 

Koordinator gerakan Bijak Bersosmed, Enda Nasution menyebutkan bahwa peluncuran ini hanyalah awal dari gerakan ini. "Di tahun-tahun mendatang, 2018 dan 2019, yang akan menjadi tahun politik, pertentangan dan kompetisi memenangkan perhatian publik via platform-platform sosial media  akan menjadi lebih sengit lagi, dan bagaimana kita sebagai bangsa menggunakan sosial media  dengan lebih bijak, akan menjadi batu ujian kita bersama," katanya. 




(MMI)