Memang Masalah, Cover Lagu di YouTube?

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 28 Sep 2017 15:08 WIB
youtube
Memang Masalah, Cover Lagu di YouTube?
YouTube punya Content ID untuk mengidentifikasi apakah sebuah video mengandung konten hak cipta. (Shutterstock)

Metrotvnews.com: Musik merupakan salah satu konten yang paling dicari di YouTube. Menariknya, video musik yang dicari tidak melulu buatan sang musisi yang membawakan lagu tersebut. Tidak sedikit orang yang juga tertarik untuk mencari versi alternatif dari lagu yang populer, yang biasa disebut dengan lagu cover.

Seperti yang disebutkan oleh CD Baby, hampir tidak ada pembuat lagu cover yang meminta izin sebelum mereka mengunggah video cover ke YouTube. Kebanyakan dari mereka tidak mendapatkan masalah. Alasannya karena YouTube memiliki sistem monetisasi yang memungkinkan pemegang hak cipta untuk mengendalikan konten berhak cipta mereka tanpa harus melalui proses lisensi seperti biasa. 

Sebenarnya, untuk bisa mengunggah lagu cover ke YouTube, Anda perlu mendapatkan lisensi sinkronisasi (sync license). Lisensi itu menentukan siapa saja yang mendapatkan hak untuk "mensinkronkan" lagu dengan gambar, memutuskan kondisi lagu ketika ia "disinkronkan" dan hak untuk mendapatkan kompensasi dalam bentuk uang. 
 

Baca: Cari Duit dari Cover Lagu di Youtube Boleh, Asal Tahu Aturannya!


Namun, menghubungi pihak penerbit lagu bukanlah hal yang mudah. Untungnya, YouTube menyediakan sistem yang disebut Content ID.

Pada dasarnya, sistem ini akan menganalisa setiap video yang diunggah ke YouTube untuk menentukan apakah video tersebut mengandung material dengan hak cipta, mulai dari rekaman audio, komposisi, sampai video. Jadi, sistem Content ID YouTube akan secara otomatis "mengklaim" sebuah video atas nama sang pemegang hak cipta.

Anda bisa mengetahui cara kerja Content ID dalam video di bawah ini.



Dengan Content ID, jika Anda mengunggah lagu cover, YouTube akan tahu bahwa Anda bukanlah pemegang hak cipta lagu tersebut. Anda kemudian akan melihat klaim atas video oleh sang penerbit lagu dan uang yang Anda dapatkan dari video itu akan diberikan pada pemegang hak cipta. 

Content ID memberikan kebebasan pada pemegang hak cipta untuk menentukan apa yang akan mereka lakukan terkait video lagu cover, seperti memblokir video -- sehingga orang-orang tidak bisa mencari atau menonton video cover -- mematikan audio dari sebuah video -- jadi orang-orang bisa menontonnya tapi tidak bisa mendengarkan lagunya -- atau membatasi negara-negara dimana sebuah video bisa ditonton. 

Baca: Cover Lagu di Youtube Bikin Masalah?


Selain itu, pemegang hak cipta juga bisa memblokir video dari berbagai platform. Dengan begitu, orang-orang hanya bisa menonton video cover di aplikasi/situs tertentu. 

Dewasa ini, jarang penerbit musik menuntut orang-orang yang membuat lagu cover. Bagi mereka, lebih baik mereka berbagi keuntungan yang didapat dari lagu cover daripada harus melawan video cover yang tidak mendapatkan lisensi sinkronisasi. 


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.