Demi 5G, Nokia Pecat Karyawan

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 26 Oct 2018 16:24 WIB
nokiatelekomunikasi
Demi 5G, Nokia Pecat Karyawan
Ilustrasi: ECN

Jakarta: Perusahaan telekomunikasi asal Finlandia, Nokia mengumumkan program baru yang memungkinkan mereka menghemat hingga EUR700 sampai akhir 2020. Ini berujung pada pemecatan karyawan dalam jumlah yang cukup signifikan. 

Selain memangkas biaya operasi, Nokia juga terus mengembangkan 5G dan membuat bisnis Enterprise baru di bawah kepemimpinan Chief Strategy Officer Kathrin Buvac, lapor ZDNet.

"Kemajuan dalam pengembangan awal 5G kami sangat menjanjikan. Kami akan terus meningkatkan investasi kami di teknologi penting ini. Dari tingginya kemungkinan kami dalam memenangkan berbagai perjanjian menunjukkan kuatnya posisi kami," kata President dan CEO Nokia Rajeev Suri. 

Pada kuartal yang berakhir pada 30 September, Nokia melaporkan penurunan keuntungan sebesar 27 persen, dari EUR668 juta pada tahun lalu menjadi EUR487 juta. Ini sesuai dengan ekspektasi.

Nokia mengatakan, program utk menekan biaya ini akan berasal dr berbagai area, mulai dari penurunan dukungan pusat, kegiatan antarperusahaan, riset di produk tua, dan properti. 

Menurut Nokia, perubahan-perubahan ini diperkirakan akan berdampak pengurangan karyawan di dunia. "Meskipun langkah ini adalah yang terbaik untuk bisnis kami, kami tidak menganggap enteng pengambilan keputusan ini mengingat ini memiliki dampak besar pada karyawan," kata Suri.

Ini bukan kali pertama Nokia berusaha mengurangi biaya operasi mereka. Sebelum ini, usaha mereka menekan biaya berakhir pada merger senilai EUR15,6 miliar dengan perusahaan jaringan asal Prancis, Alcatel-Lucent. 

"Dengan suksesnya merger, dan program penekan biaya sebentar lagi selesai, kami akan mengambil langkah mempercepat eksekusi strategi kami dan memfokuskan bisnis untuk konsumen kami," kata Suri.

Dalam laporan keuangan Nokia pada Q3, mereka mendapatkan pendapatan sebesar EUR5.5 miliar, lebih baik dari perkiraan. Lebih dari setengah keuntungan yang mereka dapatkan berasal dari bisnis paten, bisnis yg masih tersisa dari era kejayaan mereka sebagai raja di industri ponsel.


(MMI)

Advan G3, Bodi Keren Speaker Mumpuni
Review Smartphone

Advan G3, Bodi Keren Speaker Mumpuni

4 days Ago

Advan adalah produsen smartphone¬†lokal yang bisa dibilang pejuang sejati.¬†

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.