Demi Keamanan, Google Bayar Rp47,6 Miliar

Lufthi Anggraeni    •    Rabu, 13 Feb 2019 12:31 WIB
google
Demi Keamanan, Google Bayar Rp47,6 Miliar
Google menyebut telah memberikan hadiah sebesar Rp23,8 miliar untuk penemu bug di Android dan Chrome.

Jakarta: Pada tahun 2018, Google mengeluarkan dana sebanyak USD1,7 juta (Rp23,8 miliar) sebagai hadiah untuk peneliti keamanan yang menemukan celah di Android dan Chrome. Jumlah yang sama juga dibayarkan Google kepada coder penemu celah di produk lainnya.

Pada tahun 2010, Google meluncurkan Vulnerability Reward Program (VRP) untuk mendapatkan bantuan dari komunitas peneliti keamanan untuk mengidentifikasi dan melaporkan temuan bug di aplikasi dan software karyanya.

Program ini bertujuan mendorong peneliti melaporkan permasalahan sehingga dapat diperbaiki sebelum dieksploitasi. Hadiah finansial untuk pelapor berkisar USD100 (Rp1,4 juta) hingga USD200.000 (Rp2,8 miliar), berbasis level risiko untuk celah yang teridentifikasi.

Google menyebut telah memberikan hadiah finansial sebesar USD3,4 juta (Rp47,6 miliar) selama 2018, dengan USD1,7 juta (Rp23,8 miliar) diberikan untuk penemuan celah kerentanan di Android dan Chrome.

Google menyebut bahwa program ini telah memberikan hadiah lebih dari USD15 juta (Rp210 miliar) sejak diselenggarakan pada tahun 2010. Ezequiel Pereira, peneliti berusia 19 tahun dari Uruguay, menjadi salah satu peneliti penerima hadiah dari program Google.

Pereira menemukan bug Remote Code Execution, memungkinkannya memperoleh akses jarak jauh ke konsol Google Cloud Platform. Sementara itu, Tomasz Bojarski dari Polandia menemukan bug terkait dengan Cross-Site Scripting (XSS).

Bug ini memungkinkan penyerang mengubah perilaku atau tampilan situs, mencuri data pribadi dan melakukan tindakan atas nama orang lain. Google menyebut Tomasz merupakan penemu bug terbanyak pada tahun lalu, dan menggunakan hadiah uang untuk membuka restoran.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.