Uni Eropa Beri Hadiah untuk Penemu Celah Open Source

Lufthi Anggraeni    •    Selasa, 01 Jan 2019 13:06 WIB
teknologi
Uni Eropa Beri Hadiah untuk Penemu Celah Open Source
Uni Eropa menawarkan hadiah uang tunai untuk penemu celah keamanan di software open source.

Jakarta: Uni Eropa meyakini wilayahnya memiliki cara sederhana untuk mendukung keamanan digitalnya, dengan menawarkan uang tunai. European Commission (EC) meluncurkan program pencarian bug pada bulan Januari mendatang.

Program ini akan menawarkan hadiah bagi masyarakat yang dapat menemukan celah di 14 alat software open source gratis, yang digunakan oleh institusi Uni Eropa. Alat software yang disebutkan EC termasuk VLC Media Player, KeePass, 7-zip dan Drupa, serta software penting seperti GNU C Library.

Hadiah yang ditawarkan berkisar antara EUR25.000 atau sekitar USD28.600 (Rp412,5 juta), hingga EUR90.000 atau sekitar USD102.000 (Rp1,5 miliar).

Program ini akan memasuki masa akhirnya mulai tanggal 15 Agustus 2019 mendatang, meski beberapa software memiliki jangka waktu hingga 2020.

Uni Eropa mulai memeriksa software open source secara serius pada tahun 2015, saat perserikatan ini merilis Free and Open Source Software Audit (FOSSA), setelah menemukan kelemahan pada enkripsi OpenSSL.

Kemudian, Uni Eropa memperpanjang waktu penyelenggaraan proyek ini selama tiga tahun, pada tahun 2017, ketika perserikatan ini mengumumkan rencananya untuk menawarkan program pencarian bug.

Kini, Uni Eropa mulai terfokus untuk memberikan hadiah kepada masyarakat yang mampu menemukan bug.

Sebelumnya perserikatan ini lebih terfokus pada audit dan hackathon. Sementara itu, tidak tersedia jaminan bahwa program ini akan menghindarkan Uni Eropa dari serangan kejahatan siber.

Program pencarian ini dinilai dapat menguntungkan komunitas secara keseluruhan, berkat patch untuk menambal kerentanan yang mungkin tidak ditemukan.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.