Facebook akan Kurangi Konten Sensasional dan Provokatif

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 16 Nov 2018 18:43 WIB
media sosialfacebook
Facebook akan Kurangi Konten Sensasional dan Provokatif
CEO Facebook, Mark Zuckerberg. (Photo by Alain JOCARD / AFP)

Jakarta: Sekali lagi, Facebook mengubah algoritma untuk linimasanya, yang akan memengaruhi penyebaran konten. Kali ini, tujuan perubahan tersebut adalah untuk mengurangi konten yang "sensasional dan provokatif".

Facebook tidak hanya berusaha untuk mengurangi artikel dengan judul clickbait, tapi juga konten yang mengandung informasi yang salah dan konten bermasalah yang mungkin tidak bisa langsung diblokir.

Dalam sebuah artikel blog, CEO Facebook Mark Zuckerberg menuliskan bahwa biasanya, orang memang cenderung untuk berinteraksi dengan konten sensasional, menurut laporan The Verge. Dia mengatakan, semakin bermasalah sebuah konten, semakin tinggi pula tingkat interaksinya, yang memaksa Facebook untuk menghapus konten itu.

Karena itu, Facebook akan mengubah algoritma yang mengatur bagaimana konten didistribusikan di linimasa. Jika AI Facebook mendeteksi adanya konten provokatif, maka konten itu tidak akan disebarkan, sehingga pengguna tidak akan melihat konten itu atau berinteraksi dengannya.

Zuckerberg percaya, hal ini akan membuat orang enggan untuk membuat konten sensasional, yang pada akhirnya akan menciptakan pengalaman yang lebih baik bagi pengguna.

Facebook juga menjelaskan konten-konten yang akan terpengaruh oleh perubahan yang mereka lakukan, yang mereka sebut sebagai "konten perbatasan".

Contoh yang mereka berikan adalah foto yang hampir menunjukkan ketelanjangan, seperti orang yang sedang mengenakan pakaian terbuka atau mengambil pose menggoda. Contoh lainnya adalah tulisan yang tidak masuk ke dalam kategori ujaran kebencian tapi tetap kasar.

Zuckerberg mengatakan, sejauh ini, algoritma Facebook baru disesuaikan untuk konten terkait ketelanjangan. Namun, dia mengimplikasikan, ke depan, mereka akan menyesuaikan algoritma ini. Porsi untuk Grup dan Halaman yang dianggap memecah belah juga akan dikurangi.

"Saya percaya, langkah ini adalah salah satu pekerjaan paling penting yang pernah kita kerjakan untuk perusahaan," kata Zuckerberg.


(MMI)

Samsung Galaxy A9, Si Unik Berkamera Empat
Review Smartphone

Samsung Galaxy A9, Si Unik Berkamera Empat

1 week Ago

Samsung mengakhiri tahun 2018 dengan ponsel inovatif dalam hal kamera dengan dukungan empat kam…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.