Alat Privasi Facebook Meluncur Akhir 2019

Lufthi Anggraeni    •    Rabu, 27 Feb 2019 10:30 WIB
facebook
Alat Privasi Facebook Meluncur Akhir 2019
Facebook akan meluncurkan alat bertajuk Clear History pada akhir tahun 2019 ini.

Jakarta: Facebook akan meluncurkan fitur privasi yang telah dijanjikannya, bertajuk Clear History, pada akhir tahun 2019 ini. Alat ini disebut berkemampuan untuk menghapus informasi pengguna yang dihimpun facebook dari aplikasi dan situs pihak ketiga.

Facebook telah berjanji akan menghadirkan alat Clear History ini sejak bulan Mei 2018 lalu, sebelum ajang konferensi pengembang F8 diselenggarakan. Kala itu, alat ini masih berupa ide, dirancang Facebook untuk mengembalikan kepercayaan pengguna yang hilang.

Pada ajang tersebut, CEO Facebook Mark Zuckerberg menggambarkan cara kerja alat ini serupa dengan alat pada menu riwayat di peramban. Zuckerberg menjelaskan bahwa idenya berasal dari banyak situs yang membutuhkan cookies untuk dapat bekerja.

Namun, lanjut Zuckerberg, pengguna masih dapat menghapus riwayat mereka kapan saja sesuai keinginan. Cara kerja serupa disebut Zuckerberg yang Facebook coba hadirkan pada alat Clear History karyanya.

Alat Clear History dijelaskan Zuckerberg akan menjadi alat kendali sederhana untuk membersihkan riwayat penelusuran di Facebook.Pengguna akan dapat membersihkan catatan dari menu yang telah pengguna klik, situs yang telah disambangi, dan sebagainya.

Selain itu, alat ini disebut Zuckerberg sebagai langkah yang dilakukan perusahaannya untuk memperbaiki citra akibat insiden privasi data Cambridge Analytica. Sayangnya hingga saat ini belum tersedia informasi mengenai tampilan dari alat ini, ataupun cara kerja alat secara lebih detail.

Berdasarkan informasi dari pelacak dan alat analisis milik Facebook, perusahaan salah satu jejaring sosial terbesar ini telah menghimpun informasi terkait aktivitas pengguna di dalam ataupun di luar situsnya, dalam jumlah besar.

Sehingga alat serupa Clear History disebut The Verge akan memiliki dampak penting pada kemampuan Facebook dalam menargetkan iklan dan menghasilkan pendapatan jika cukup banyak pengguna yang secara aktif menghapus informasi koleksi Facebook terkait aktivitas online mereka.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.