2024, 5G Diadopsi 1,5 Miliar Orang

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 28 Nov 2018 14:11 WIB
telekomunikasi
2024, 5G Diadopsi 1,5 Miliar Orang
5G akan menjangkau 40 persen populasi dunia pada 2024. (AFP PHOTO / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / David Becker)

Jakarta: Jaringan 5G akan menjangkau 40 persen populasi dunia dan digunakan oleh 1,5 miliar orang pada akhir 2024, menurut laporan terbaru dari perusahaan telekomunikasi Ericsson. Mereka mengaku bertanggung jawab atas setengah dari trafik mobile dunia.

5G, yang merupakan singkatan dari teknologi jaringan generasi ke-5, menjanjikan kecepatan yang lebih tinggi dan latensi yang lebih rendah. Para pengamat industri menduga, smartphone 5G akan dirilis pada semester satu tahun depan, menurut lapora CNET.

Para peneliti memperkirakan, konsumsi data mobile akan mencapai 21GB per bulan pada 2024. Angka ini hampir empat kali lipat dari konsumsi data pada 2018.

Jaringan 5G disebutkan akan membawa 25 persen trafik data mobile di dunia, menurut Ericsson. Amerika Utara dan Asia Timur Laut diperkirakan akan menjadi kawasan pertama yang dilengkapi dengan jaringan 5G, diikuti oleh Eropa Barat.

Selain itu, Ericsson memperkirakan bahwa jumlah perangkat yang terhubung ke internet -- yang dikenal dengan nama Internet of Things -- akan mencapai 4,1 miliar pada 2024.

Pada bulan Juni, mereka memprediksi bahwa berkat peluncuran jaringan 5G, pasar untuk perangkat IoT akan naik menjadi 3,5 miliar unit pada 2023, lima kali lipat dari 700 juta perangkat IoT yang digunakan saat ini.

"Perubahan terbesar sejak laporan pada bulan Juni adalah peningkatan trafik data mobile yang terjadi pada 2018," kata Patrik Cerwall, Head of Strategic Marketing, Ericsson. Pertumbuhan dari tahun ke tahun kita saat ini kembali mencapai angka yang tidak lagi kita lihat sejak 2013."

"Ketika 5G tersedia, kita harus ingat bahwa ia akan hadir di pasar yang sudah terbiasa menggunakan smarpthone dan memiliki 6 miliar pengguna. Karena itu, tingkat adopsi 5G akan jauh lebih cepat dari adopsi teknologi apapun sebelum ini."


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.