Google Tidak Berencana Hentikan Hangouts

Lufthi Anggraeni    •    Senin, 03 Dec 2018 10:41 WIB
google
Google Tidak Berencana Hentikan Hangouts
Bos produk Google Real Communications membantah penghentian operasionalisasi Hangouts.

Jakarta: Pada pekan lalu, Google dilaporkan akan menghentikan operasionalisasi Hangouts pada tahun 2020 mendatang. Laporan ini mendapatkan bantahan dari bos produk Google Real Communications Scott Johnston.

Melalui akun Twitternya, Johnston mengumumkan Google belum memutuskan untuk menghentikan operasionalisasi Hangouts. Namun, pengguna Hangouts akan ditransisikan ke Hangouts Chat dan Hangouts Meet.

Kemudian, 9to5Google memperbarui laporannya awalnya, menambahkan pernyataan dari Johnston. Namun, 9to5Google mengaku mengonfirmasikan ini dengan sumber penguat laporan awal menyebut Google akan menghentikan Hangouts pada tahun 2020, dan sumber ini menyebut keputusan telah ditetapkan.

 
GSM Arena menyebut pernyataan Johnston terkait transisi pengguna ke Chat dan Meet mengindikasikan Hangouts tetap beroperasi. Selain itu, Chat dan Meet merupakan layanan yang terfokus pada enterprise membutuhkan akun G Suite.

Hal ini menyebabkan pertanyaan terkait cara Google untuk memungkinkan pengguna akun versi reguler dalam menggunakan Hangouts yang akan ditransisikan ke Chat dan Meet. Terlepas dari proses, telah dipastikan bahwa Hangouts masih akan beroperasi dalam jangka waktu cukup lama.

Sementara itu, Google memiliki riwayat dalam menghentikan operasional layanannya segera setelah popularitasnya menurun di bawah ekspektasi perusahaan, terlepas masih terdapat pengguna yang memanfaatkannya.

Google juga dilaporkan mengabaikan Allo, sehingga Google tidak lagi memiliki platform pesan setara dengan Hangouts saat layanan ini dihentikan, kecuali Google hadir dengan platform pesan lainnya.

Hal tersebut berarti, Google harus menghadapi persaingan dalam mengalihkan perhatian konsumen yang telah menggunakan platform pesan instan lainnya, seperti Facebook Messenger, WhatsApp, WeChat, Telegram atau iMessage.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.