Ada Aplikasi Penipuan di Google Play?

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 28 Nov 2018 13:19 WIB
google
Ada Aplikasi Penipuan di Google Play?
Ilustrasi.

Jakarta: Delapan aplikasi Android di Google Play Store dengan jumlah pengunduh lebih dari 2 miliar ikut serta dalam praktek penipuan.

Tujuh dari delapan aplikasi itu milik Cheetah Mobile, perusahaan asal Tiongkok sementara satu aplikasi sisanya dimiliki oleh Kika Tech, perusahaan Tiongkok yang bermarkas di Silicon Valley.

Dua perusahaan ini ditemukan telah memanfaatkan izin aplikasi untuk memonitor pengunduh baru dan melakukan penipuan komisi yang didapatkan dari pengunduhan aplikasi. Nilai penipuan ini mencapai jutaan dollar, menurut data dari perusahaan analitik aplikasi Kochava.

Dalam skema ini, perilaku pengguna memang dimonitor. Namun, skema ini utamanya merugikan developer, yang membayar sejumlah uang pada perusahaan rekan yang membantu mereka untuk mendapatkan pengguna baru.

Normalnya, ketika seorang pengguna mengunduh aplikasi, sang developer akan memeriksa iklan atau tautan mana yang pengguna klik. Mereka kemudian akan membayar pada pihak yang menampilkan iklan atau tautan itu.

Sementara delapan aplikasi ini dilaporkan memonitor pengunduhan baru dan mengklaim bahwa unduhan ini berasal dari mereka, tidak peduli siapa sebenarnya pihak yang menampilkan iklan.

Di beberapa kasus, aplikasi Cheetah Mobile bahkan didesain untuk meluncurkan aplikasi baru yang diunduh agar mereka mendapatkan komisi, lapor The Verge.

Tujuh aplikasi Cheetah Mobile yang diduga terlibat dalam masalah ini antara lain Clean Master, CM File Manager, CM Launcher 3D, Security Master, Battery Doctor, CM Locker, dan Cheetah Keyboard.

Masing-masing aplikasi itu telah diunduh hingga jutaan kali. Aplikasi itu bahkan dipromosikan oleh Google Play.

Cheetah Mobile, yang memang dikenal sering membuat aplikasi berkualitas rendah yang dinamai mirip dengan aplikasi populer agar para pengguna tertipu, kini juga tengah dilaporkan melakukan penipuan terkait jumlah trafik dan pendapatan mereka. Mereka juga dilaporkan membeli review pengguna.

Sementara Keka Keyboard dari Kika Tech juga dilaporkan melakukan skema serupa. Aplikasi ini akan meminta izin untuk memonitor apa yang pengguna ketika. Setelah itu, mereka akan mengklaim komisi dari aplikasi yang pengguna cari.

Kedua perusahaan Tiongkok membantah tuduhan ini, mengatakan bahwa ada SDK (Software Development Kit) pihak ketiga yang menyebabkan aplikasi mereka berlaku seperti ini.

Namun, klaim ini dibantah oleh Kochava, yang menyebutkan bahwa SDK dari aplikasi buatan perusahaan Tiongkok ini memang memiliki skema penipuan.


(MMI)

Samsung Galaxy A9, Si Unik Berkamera Empat
Review Smartphone

Samsung Galaxy A9, Si Unik Berkamera Empat

1 week Ago

Samsung mengakhiri tahun 2018 dengan ponsel inovatif dalam hal kamera dengan dukungan empat kam…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.