5 Ahli Kecerdasan Buatan Twitter Lepas Jabatan

Lufthi Anggraeni    •    Jumat, 25 Nov 2016 13:19 WIB
twitter
5 Ahli Kecerdasan Buatan Twitter Lepas Jabatan
Twitter Cortex kehilangan lima orang insinyur pengembangan kecerdasan buatan pada bulan ini.

Metrotvnews.com: Setidaknya lima orang anggota tim kecerdasan buatan (AI) Twitter Cortex dilaporkan mengundurkan diri pada bulan ini. Kemunduran tersebut dinilai kurang menguntungkan bagi Twitter yang tengah mempercepat akumulasi bakat di ranah AI.

Informasi ini diperkuat oleh salah satu pegawai Twitter Cortex bernama Kevin Swersky, yang mengunggah foto dari laptop dan lencana Twitternya, sebagai indikasi kepergiannya. Pada unggahan foto tersebut, Swersky mengucapkan selamat tinggal dan terima kasih kepada perusahaan jejaring sosial berlogo burung biru tersebut.

Dua hari sebelum Swerky mengunggah foto tersebut, anggota lain bernama Jasper Snoek dan Alex Wiltschko juga melakukan hal serupa. Pada foto unggahannya, Jasper mengungkap akan merindukan perusahaan yang pernah didukungnya tersebut dan bersiap untuk menjalani petualangan selanjutnya.

Sementara itu, Google mengumumkan bahwa anggota utama tim Twitter Cortex bernama Hugo Larochelle, telah terpilih untuk memimpin divisi kecerdasan buatan dan pembelajaran mendalam barunya, di Montreal. Larochelle juga mengunggah foto lencana dan MacBook miliknya pada 11 November lalu, bersamaan dengan unggahan oleh anggota lain bernama Ryan Adams.

Kelima anggota tersebut bergabung di Twitter setelah salah satu perusahaan jejaring sosial terbesar dunia ini mengakuisisi startup bernama Whetlab pada tahun 2015. Baru-baru ini, Twitter juga telah mengakuisisi startup bernama Magic Pony, namun hingga saat ini, Twitter masih enggan memberikan komentar terkait dengan informasi ini.

Apple, Amazon, Facebook, Google, dan Microsoft dilaporkan tengah merekrut sejumlah orang dari perusahaan teknologi lain dan universitas untuk mengembangkan kemampuan AI mereka. Keseriusan perusahaan raksasa tekologi tersebut dalam mengembangkan AI juga terlihat salah satunya saat Google mengakuisisi startup asal Perancis bernama Moodstocks pada bulan Juli lalu.


(MMI)

ASUS Zenfone Max Pro M1, Pas untuk yang Suka Main Game Bareng
Review Smartphone

ASUS Zenfone Max Pro M1, Pas untuk yang Suka Main Game Bareng

2 days Ago

Menjual daya tahan baterai yang awet dengan kebutuhan mobile gaming adalah perpaduan yang pas.

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.