Pemerintah Inggris Incar Pelaku Pelecehan Online

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 11 Oct 2016 13:41 WIB
internet
Pemerintah Inggris Incar Pelaku Pelecehan Online
Ilustrasi. (Getty Creative)

Metrotvnews.com: Internet troll atau orang-orang iseng yang senang mempermalukan seseorang dengan mengubah gambar dan membuat tagar untuk mendorong banyak orang ikut mempermalukan korbannya kini dapat dituntut ke pengadilan di Inggris dan Wales.

Mendorong massa untuk melecehkan seseorang secara online, yang juga dikenal sebagai virtual mobbing, juga membuat seseorang terseret ke pengadilan, menurut regulasi Crown Prosecution Service yang baru.

Director of Public Prosecutions, Alison Saunders berkata, hal ini berarti, CPS dapat menuntut seseorang karena melakukan tindakan seperti bullying atau pelecehan di dunia online, sama seperti jika hal itu terjadi di dunia nyata. 

Selain itu, regulasi ini juga fokus pada kegiatan doxxing, yaitu mengunggah informasi pribadi seseorang ke internet, seperti akun bank. Namun, Saunders menekankan, hal ini bukan berarti masyarakat tidak memiliki kebebasan untuk berbicara. Tujuan dibuatnya peraturan baru ini adalah untuk membantu polisi mengidentifikasi kejahatan online

Saat berbicara dalam program di BBC Radio 4, Saunders berkata, "Internet bukanlah tempat yang memungkinkan orang-orang untuk mengunggah sesuatu secara anonim dan dapat bebas dari konsekuensinya. Jika Anda berlaku jahat pada orang lain, jika Anda melakukan bullying atau melecehkan orang secara online, kami akan menuntut Anda, sama seperti saat Anda melakukan semua itu di dunia nyata."

Namun, Saunders berkata, konteks sangat penting dalam kasus ini. Misalnya dalam hal berkata kasar, regulasi mengatur seseorang hanya dapat dituntut jika mereka berkata sangat kasar. Sebelum ini, untuk menunjukkan keseriusan melawan cyberbullying, Kepolisian London juga telah membuat unit khusus.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.