Apple AirPods Tidak Sebabkan Kanker

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Sabtu, 10 Sep 2016 14:12 WIB
iphone 7
Apple AirPods Tidak Sebabkan Kanker
iPhone 7 dan EarPods

Metrotvnews.com: Para analis teknologi menganggap keputusan Apple untuk menghilangkan jack earphone sebagai langkah yang berisiko. Para pengguna juga mengkhawatirkan apakah penggunaan earphone nirkabel yang mengeluarkan radiasi akan membahayakan kesehatan mereka.

Menurut Los Angeles Times, para peneliti mengatakan earphone nirkabel tetap aman untuk digunakan. Bahaya kesehatan penggunaan AirPod sama seperti earphone biasa yaitu merusak pendengaran jika Anda mendengarkan musik terlalu keras atau jika tidak memperhatikan jalan.

Namun, para ahli mengatakan, menggunakan earphone nirkabel tidak akan meningkatkan risiko terkena kanker.

AirPod terhubung ke iPhone via Bluetooth, teknologi yang memungkinkan transfer data melalui transmisi radio. Frekuensi yang digunakan oleh perangkat Bluetooth sedikit mirip dengan frekuensi yang digunakan oleh WiFi atau perangkat mobile. 

John E. Moulder, seorang ahli biologi radiasi mengatakan, kemiripan itu berarti, Anda tidak terekspos dengan sesuatu yang baru. Perangkat Bluetooth hanya dapat terhubung dengan ponsel dalam jarak dekat, jadi, ia hanya melakukan transimisi tenaga rendah, kata Kenneth Foster, profesor teknik biologi di University of Pennsylvania. 

Foster menjelaskan, headset Bluetooth lain yang dijual oleh Apple memiliki output sebesar 10-18 miliwatt dan karena ia melakukan transmisi pendek sesaat, kurang dari 1 persen dari energi itu yang menjadi radiasi elektromagnetik.

Perangkat fitness, yang juga memancarkan data dalam jarak pendek, mengeluarkan radiasi elektromagnetik pada level yang sama dengan earphone nirkabel, kata Foster. Dia menambahkan, para manufaktur juga memiliki kepentingan untuk membuat emisi energi sebuah earphone nirkabel rendah karena hal ini akan menghemat daya baterai, yang merupakan masalah penting bagi pengguna.

Radiasi yang didapatkan pengguna saat menggunakan earphone nirkabel lebih kecil daripada jika Anda mendekatkan ponsel ke telinga, kata Foster. Namun, jika ketiadaan port audio pada iPhone 7 membuat orang-orang tidak lagi menggunakan earphone, maka hal ini akan meningkatkan risiko kesehatan mereka.

Di tahun 2011, WHO, Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan, radiasi elektromagnetik yang dipancarkan oleh perangkat mobile sebagai sesuatu yang mungkin menyebabkan kanker. Namun, hal itu tidak dapat dibuktikan. 

Sebuah studi yang dibiayai oleh pemerintah AS belum lama ini menunjukkan bahwa tikus jantan yang terekspos ke radiasi tingkat tinggi yang dikeluarkan oleh perangkat mobile memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker otak dan jantung. Namun, studi itu banyak menuai kritik.

Moulder berkata, dosis tertinggi yang diterima oleh para tikus dalam studi Program Nasional Toksikologi AS mencapai 50-100 kali lipat dari radiasi yang didapatkan dari penggunaan ponsel. Para tikus itu terekspos oleh radiasi selama 18 jam per hari selama 2 tahun.

Sementara pengguna ponsel akan terekspos pada tingkat radiasi elektromagnetik dengan tingkat yang jauh lebih rendah. Meskipun tidak ada jaminan penggunaan ponsel akan meningkatkan risiko kanker, banyak pengguna ponsel yang mengubah cara penggunaan ponsel dan mulai menggunakan earphone atau menjauhkan ponsel dari tubuh mereka.

Studi di tahun 2012 yang dibahas dalam Journal of Laryngology and Otology seharusnya menghilangkan rasa takut bahwa radiasi elektromagnetik dari Bluetooth dapat merusak telinga seseorang.

Dalam sebuah studi percobaan yang mengekspos 30 orang dewasa pada headset nirkabel selama 6 jam pada mode standby dan saat menyala selama 10 menit, peneliti di University of Malaya menemukan bahwa tidak ada perubahan kemampuan pada peserta untuk mendengar.


(MMI)

Video /