Siapkah Indonesia Hadapi Era Digital?

Riandanu Madi Utomo    •    Selasa, 06 Sep 2016 20:10 WIB
teknologi
Siapkah Indonesia Hadapi Era Digital?
Ketua Dewan TIK Nasional, Ilham Akbar Habibie (MTVN/DANU)

Metrotvnews.com, Jakarta: Tidak bisa dipungkiri, dunia digital sudah semakin mempengaruhi kehidupan kita dari berbagai aspek. Pertanyaannya, apakah Indonesia sudah siap menghadapi era digital tersebut?

Ketua Dewan TIK Nasional, Ilham Akbar Habibie mengatakan, Indonesia mau tidak mau harus berhadapan dengan era digital. Ada beberapa persyaratan agar Indonesia dapat sukses di era seperti saat ini. Salah satunya adalah memiliki lingkungan yang toleran terhadap perubahan.

"Agar kita juga dapat bersaing dengan negara lain, kuncinya adalah inovasi. Kita harus bisa menghadirkan solusi dan produk yang lebih baik dari yang telah ada. Namun bagaimana kita dapat berinovasi? Pertama kita harus mengerti apa itu teknologi, bagaimana penerapannya, dan apa pengaruhnya bagi kehidupan kita. Selanjutnya, kita butuh para entrepreneur untuk mengembangkan teknologi tersebut. Dan yang tidak kalah penting adalah memiliki lingkungan yang toleran terhadap perubahan," ujar Ilham Habibie dalam sambutannya di acara Indonesia-Sweden Digital Forum hari ini, Selasa (6/9/2016), di Jakarta.



Ilham Habibie juga menuturkan, negara hanya bisa berkembang jika keadaannya stabil, dan teknologi digital telah terbukti dapat membantu stabilitas negara. Sebagai contoh, teknologi digital bisa membuat berbagai layanan dapat dilakukan secara cepat, mudah, dan murah. Hal tersebut akan membantu laju pertumbuhan perekonomian dan meningkatkan stabilitas nasional.

Tentu saja, transformasi era digital di Indonesia tidak semudah yang dibicarakan. Ada banyak tantangan yang harus dilewati, salah satunya adalah melakukan edukasi ke masyarakat.

"Tantangannya adalah melakukan edukasi ke masyarakat untuk terbiasa dengan perubahan ini. Selain itu, kecepatan serta jangkauan internet dan broadband juga harus ditingkatkan agar semua lapisan masyarakat bisa merasakan dampak dari perubahan era digital. Bila semua hal tersebut dapat ditangani, saya yakin negara ini akan semakin maju," lanjut Ilham Habibie.

 Duta Besar Swedia untuk Indonesia, Johanna Brismar Skoog.

Ilham Habibie memang sangat dikenal sebagai salah satu praktisi teknologi nasional. Seperti ayahnya yaitu B.J Habibie, Ilham Habibie juga telah memiliki banyak pengalaman berkecimpung di dunia teknologi di berbagai negara termasuk Swedia. Dalam Indonesia-Sweden Digital Forum, Ilham Habibie mengatakan Indonesia sebenarnya bisa mencontoh Swedia dalam hal transformasi digital.

Swedia merupakan salah satu negara yang memiliki banyak startup kelas dunia. Bahkan ibukota Swedia, yaitu Stockholm, merupakan kota penghasil stratup nomor satu Eropa, dengan 6 persen hasil ekspor Swedia berasal dari produk IT. Pencapaian tersebut tak lain adalah karena adanya dukungan dari pemerintah, masyarakat, universitas, dan perusahaan swasta untuk menumbuhkembangkan ekosistem startup yang baik.

"Swedia merupakan salah satu lini terdepan bagi startup di Eropa dan dunia. Kami memiliki ekosistem startup yang merupakan kolaborasi antara perusahaan swasta, pemerintah, universitas, dan masyarakat. Tentu saja kami juga sangat ingin berkolaborasi dengan ekosistem startup yang ada di Indonesia," ujar Duta Besar Swedia untuk Indonesia, Johanna Brismar Skoog.

Acara Indonesia-Sweden Digital Forum sendiri merupakan acara yang digalang oleh Kedutaan Besar Swedia di Indonesia. Dalam acara ini berbagai produk dari Swedia dan Indonesia dalam bidang IT saling diperlihatkan dan diperkenalkan. Selain itu, terdapat juga sesi diskusi yang melibatkan berbagai pemain di bidang IT dari Swedia, salah satunya adalah Ericsson.


(MMI)

Ini Cara Bedakan Galaxy Note 7 Lama dengan Versi Terbaru

Ini Cara Bedakan Galaxy Note 7 Lama dengan Versi Terbaru

2 days Ago

Melalui situs resminya, Samsung memberitahukan pihaknya telah memberikan tanda khusus untuk mem…

BERITA LAINNYA
Video /