Siapa yang Bertanggung Jawab Atas Keamanan Siber Pengguna?

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Sabtu, 07 Oct 2017 09:49 WIB
microsoft
Siapa yang Bertanggung Jawab Atas Keamanan Siber Pengguna?
Pengguna punya tanggung jawab atas keamanannya.

Metrotvnews.com, Jakarta: Internet layaknya pisau bermata dua. Ia dapat memberikan dampak baik juga dampak negatif. Sebagian orang lebih rentan akan bahaya internet, misalnya orang tua yang tidak familiar dengan teknologi atau orang-orang yang baru pertama kali menggunakan internet. 

Menurut Microsoft, ada 3 pihak yang bertanggung jawab atas keamanan seseorang ketika menggunakan teknologi dan internet. Andrew Pickup, Senior Comms Director Microsoft Asia menyebutkan, perusahaan teknologi seperti Microsoft adalah salah satu pihak yang memiliki tanggung jawab untuk melindungi pengguna.

"Microsoft menghabiskan lebih dari USD1 miliar (Rp13,5 triliun) per tahun untuk keamanan siber," ujar Andrew saat ditemui di Fairmont Hotel. "Tujuannya untuk melindungi semua orang, terutama mereka yang rentan terserang. Kami memastikan teknologi kami aman untuk digunakan." Selain perusahaan teknologi, Andrew menyebutkan, pemerintah juga bertanggung jawab untuk memastikan masyarakat tetap aman saat menggunakan internet.

"Pemerintah punya tanggung jawab untuk mengedukasi masyarakat tentang keamanan. Edukasi diberikan pada mulai dari anak-anak di sekolah sampai orang yang lebih tua," kata Andrew. Dia menambahkan, biasanya generasi tua menjadi salah satu pihak yang paling rentan akan serangan siber karena mereka tidak terlalu biasa menggunakan teknologi. 

Terakhir, yang tidak kalah penting dalam menjaga keamanan pengguna adalah sang pengguna sendiri. Andrew menyebutkan, pengguna punya kewajiban untuk menggunakan teknologi dengan bertanggung jawab. Dia memisalkan sebuah perangkat sebagai sebuah mobil. 

"Jika Anda punya mobil dengan alarm paling canggih di dunia. Tapi Anda membiarkan mobil itu di jalan, kacanya terbuka, kunci di dalam mobil. Jika mobil itu dicuri, apakah itu salah Anda atau salah pembuat mobil?" Andrew menjelaskan. 

Dia mengatakan, pengguna bertanggung jawab untuk mengedukasi dirinya sendiri tentang serangan siber. "Mereka punya tanggung jawab untuk mengganti password yang mereka gunakan dan mencari tahu seperti apa rupa email phishing misalnya," katanya. 

Phishing adalah usaha kriminal siber untuk mendapatkan informasi sensitif pengguna, seperti username, password dan informasi kartu kredit dengan menyamarkan diri sebagai pihak ketiga terpercaya, seperti bank misalnya. Ada cara mudah untuk mengenali email phishing


(MMI)

Begini Performa Ponsel Selfie Xiaomi Redmi S2
Review Smartphone

Begini Performa Ponsel Selfie Xiaomi Redmi S2

2 weeks Ago

Xiaomi masuk industri smartphone selfie dengan merilis Xiaomi Redmi S2. Begini performanya. …

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.