Amazon Dapat Paten Drone yang Bisa Hancurkan Dirinya Sendiri

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Sabtu, 02 Dec 2017 12:34 WIB
amazondrone
Amazon Dapat Paten Drone yang Bisa Hancurkan Dirinya Sendiri
Ilustrasi.

Jakarta: Salah satu kekhawatiran yang muncul jika drone digunakan untuk mengantarkan barang adalah jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan di tengah perjalanan. Jika drone atau paket yang ia bawah jatuh, hal itu bisa melukai orang.

Amazon merasa, kekhawatiran ini bisa diminimalisir dengan memastikan drone akan jatuh dengan aman. Minggu ini, perusahaan e-commerce itu mendapatkan paten atas drone yang bisa membongkar dirinya sendiri jika terjadi sesuatu ketika terbang.

Dalam paten itu, dijelaskan bagaimana "pengendali fragmentasi" akan aktif jika terjadi kegagalan sistem pada drone, seperti baterai yang meledak atau masalah pada baling-baling. Komputer itu akan dengan cepat mempelajari jalur penerbangan drone, kondisi cuaca dan lingkungan sekitar sebelum membuat drone membongkar dirinya sendiri. 

The Verge menyebutkan, meski cara ini terdengar aneh, tapi Amazon merasa, jika sebuah drone harus jatuh, maka sebaiknya ia tidak jatuh sebagai drone utuh yang berat dan hanya jatuh sebagai kepingan-kepingan komponen. Anda bisa melihat ilustrasi dari paten ini pada gambar di bawah. 


Gambar: Amazon/USPTO

"Pada proses pembongkaran diri, satu atau lebih bagian atau komponen dari pesawat tanpa awak bisa dilepaskan," tulis paten Amazon tersebut. "Dengan melakukan itu, berat, kecepatan dan koefisien tarikan udara dan berbagai faktor lain terkait pesawat tanpa awak bisa diubah."

Tentu saja, meski telah mendapatkan paten ini, Amazon bisa saja hanya melakukan eksperimen dan tidak akan merealisasikan konsep pada paten ini. 


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.