OnePlus Kumpulkan Data Pelanggan Tanpa Izin

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 11 Oct 2017 16:55 WIB
oneplus
OnePlus Kumpulkan Data Pelanggan Tanpa Izin
OnePlus mengumpulkan data pelanggan tanpa izin.

Metrotvnews.com: Data analitik bisa membantu para developer software mengetahui fitur apa yang paling sering pengguna gunakan, bug yang harus mereka betulkan, atau menentukan target konsumen mereka. Tidak heran jika OnePlus mengumpulkan data penggunanya.

Namun, mereka tidak mengumpulkan data secara anonim. Selain itu, mereka juga tidak meminta izin pada pengguna terlebih dulu. Data yang dikumpulkan seperti nomor IMEI, alamat MAC, nama jaringan mobile, nomor seri, dan lain sebagainya.

Melalui blog-nya, Christopher Moore, seorang developer software telah membeberkan penemuannya terkait praktek pengumpulan data yang dilakukan oleh OnePlus. Dalam Hack Challenge, Moore menggunakan OWASP ZAP untuk melihat trafik internet dari ponsel OnePlus 2 miliknya. Dari data ini, dia menyadari adanya trafik ke open.oneplus.net dalam jumlah besar, lapor Android Police.

Ketika dia menyelidiki lebih lanjut, dia menemukan bahwa nama domain itu menuju server Amazon AWS di bawah OnePlus. Dia juga lalu tahu bahwa ponsel miliknya terus menerus mengirimkan data ke server open.oneplus.net via HTTPS.

Dia berhasil melakukan dekripsi data menggunakan kunci autentikasi pada ponsel dan menemukan bahwa OnePlus 2 miliknya mengirimkan berbagai informasi, seperti ketika ponsel melakukan reboot tanpa diduga, juga ketika ponsel mengunci dan membuka kunci. 

Mengumpulkan data terkait reboot memang masuk akal, ini akan dapat membantu developer untuk membenahi bug yang ada. Namun, seperti yang disebutkan oleh Moore dalam blog, merekam berapa kali pengguna mengunci ponsel dan membuka kunci ponsel dirasa berlebihan.

Tidak hanya itu, dia menemukan bahwa ponselnya juga mengirimkan informasi seperti nomor IMEI, nomor ponsel, alamat MAC, nama jaringan mobile, informasi WiFi dan nomor seri ponsel. Semua data ini dikirimkan setiap pengguna membuka sebuah aplikasi. 

Ketika dimintai komentar terkait hal ini, OnePlus berkata, "Kami mengirimkan data analitik, yang terbagi menjadi 2 tipe, secara aman via HTTPS ke server Amazon. Tipe pertama adalah analitik penggunaan, yang kami kumpulkan untuk membenahi software kami sesuai dengan kebiasaan pengguna.

"Transmisi aktivitas penggunaan ini bisa dimatikan melalui Settings -> Advanced -> Join user experience program'. Sementara tipe kedua adalah informasi perangkat, yang kami kumpulkan untuk memberikan dukungan purna-jual yang lebih baik."


(MMI)

Gandeng Google, Lenovo Ciptakan Smart Display untuk Rumah Pintar
CES 2018

Gandeng Google, Lenovo Ciptakan Smart Display untuk Rumah Pintar

1 day Ago

Lenovo Smart Display menghadirkan layanan asisten digital Google Assistant dalam bentuk layar s…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.