Divisi Smartphone LG Tak Berikan Laba

Cahyandaru Kuncorojati    •    Rabu, 11 Oct 2017 10:00 WIB
lg
Divisi Smartphone LG Tak Berikan Laba
Di saat industri smartphone vendor lain tengah ramai dibicarakan, bisnis smartphone LG tampaknya cukup tenang dan jarang menjadi pembicaraan.

Metrotvnews.com: Perusahaan eletronik kompetitor Samsung yakni LG dikabarkan memperoleh peningkatan laba atau profit di kuartal ketiga tahun ini. Sayangnya divisi smartphone mereka sama sekali tidak berkontribusi kepada perusahaan.

Di Indonesia sendiri, smartphone LG jarang tampil di tengah maraknya peluncuran perangkat, yang jedanya terbilang sangat dekat. Kondisi tersebut tampaknya juga berimbas ke bisnis perusahaan.

Dikutip dari Android Authority, laba operasional LG di kuartal ketiga meningkat hingga 82 persen dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu. Perbedaannya, tahun ini divisi smartphone sama sekali tidak berkontribusi atas laba tersebut.

Dari data yang dicantumkan oleh sumber tersebut, laba operasional atau operating profit untuk laporan awal periode Juli-September, perusahaan menghasilkan laba operasional sebesar KRW516,1 miliar atau USD454 juta, dengan pertumbuhan pendapatan 15,2 persen mencapai KRW15,23 triliun atau USD13,4 miliar.

Peningkatan dua indikator laba perusahaan tersebut didorong dari hasil penjualan perangkat elektronik rumah atau home appliances yang sangat sukses di pasar. Sayangnya, divisi bisnis smartphone tidak demikian. Analis memperkirakan laba yang hilang dari kondisi tersebut mencapai KRW200 miliar atau setara USD174 juta.

Hal ini membuat pandangan bahwa penjualan perangkat seri G6 dan Q6 tidak terlalu baik. Padahal, LG sudah mengambil langkah serius untuk tidak menghadirkan lagi konsep modular yang diusung oleh G5 yang kurang menarik minat konsumen. Perangkat flasghip smartphone LG pun juga sudah dijual dengan harga banderol di bahwa seri Samsung Galaxy S8, tetapi entah kenapa, penjualannya juga tidak terdongkrak naik.

Di satu sisi, flagship andalan LG seperti LG V30 masih belum menunjukkan kesuksesan, mengingat smartphone ini sendiri di negara asalnya baru dirilis pada 21 September lalu dan baru masuk ke pasar Amerika Serikat. Apabila LG V30 laku keras, maka diprediksi divisi bisnis smartphone LG akan pulih di kuartal terakhir tahun ini.

Eksistensi LG di industri harus diakui semakin tersikut oleh vendor lain. Bukan karena kualitas perangkatnya, melainkan momen peluncurannya yang bersaing ketat dengan perangkat vendor lain.

Misalnya saja, LG G6 yang diperkenalkan pada bulan Februari kemarin harus berhadapan dengan Samsung Galaxy Note 8. Lalu Google Pixel 2 XL, dan sebentar lagi Huawei Mate 10. LG tampaknya harus lebih giat lagi menggaungkan keunggulan perangkat terbarunya agar konsumen penasaran dan menantikan kehadirannya.


(MMI)

Begini Performa Ponsel Selfie Xiaomi Redmi S2
Review Smartphone

Begini Performa Ponsel Selfie Xiaomi Redmi S2

2 weeks Ago

Xiaomi masuk industri smartphone selfie dengan merilis Xiaomi Redmi S2. Begini performanya. …

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.