Google Temukan Iklan dari Rusia di YouTube dan Gmail

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 10 Oct 2017 12:14 WIB
googlecyber security
Google Temukan Iklan dari Rusia di YouTube dan Gmail
Google dilaporkan menemukan iklan dari Rusia di platform miliknya. (AFP PHOTO / LOIC VENANCE)

Metrotvnews.com: Google menemukan bukti baru bahwa pemerintah Rusia menggunakan berbagai platform mereka untuk menyebarkan propaganda.

Laporan ini muncul setelah laporan tentang penyelidikan yang dilakukan oleh Facebook dan Twitter. Keduanya mengaku telah menemukan iklan propaganda dari pemerintah Rusia di media sosial mereka. Iklan ini ditujukan untuk memengaruhi warga Amerika Serikat menjelang pemilu presiden pada 2016. 

Penyelidikan Google ini masih dalam tahap awal. Google disebutkan masih berusaha untuk memisahkan iklan palsu dengan iklan yang sebenarnya. Menurut laporan The Verge, Google dilaporkan menemukan iklan bernilai puluhan ribu dollar pada berbagai platform mereka, termasuk YouTube, Gmail dan search atau pencarian. 

"Kami punya peraturan ketat terkait iklan, termasuk pembatasan iklan politik dan larangan untuk membuat iklan berdasarkan ras dan agama," ujar juru bicara Google.

"Kami berusaha melakukan penyelidikan lebih mendalam untuk menginvestigasi berbagai usaha untuk menipu sistem kami. Kami bekerja sama dengan para peneliti dan berbagai perusahaan lain dan kami akan memberikan bantuan yang diperlukan dalam penyelidikan ini."

Bulan lalu, Facebook melaporkan bahwa pemerintah Rusia telah membuat iklan senilai setidaknya USD100 ribu sebagai bagian dari propaganda. Kemudian, perusahaan media sosial itu menyebutkan bahwa iklan tersebut menjangkau hingga 10 juta orang.

Perusahaan yang membeli iklan di Facebook merupakan entitas yang berbeda dengan perusahaan yang membeli iklan di Google. Minggu lalu, Twitter juga mengumumkan bahwa mereka telah menghapus 200 akun terkait Rusia. Google dikabarkan menemukan masalah ini ketika mencari data terkait Twitter. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.