Kominfo Wajibkan Registrasi Kartu Prabayar Pakai NIK

Cahyandaru Kuncorojati    •    Rabu, 11 Oct 2017 14:20 WIB
kominfotelekomunikasi
Kominfo Wajibkan Registrasi Kartu Prabayar Pakai NIK
Menteri Kominfo Rudiantara bersama Ditjen Dukcapil dan perwakilan tiap operator seluler

Metrotvnews.com, Jakarta: Pelanggan layanan seluler prabayar diminta oleh Kominfo untuk melakukan registrasi kembali. Hal ini demi mendukung validasi sesuai data kependudukan yang tercatat di Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil).

Imbauan tersebut diumumkan oleh Menteri Kominfo Rudiantara, pihak Ditjen Dukcapil, dan Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) yang diisi oleh perwakilan dari tiap operator seluler.

Hal ini merupakan langkah lanjutan dari usaha pihak Kominfo di tahun 2016, yang memperketat registrasi pelanggan seluler prabayar hanya bisa dilakukan dealer atau kios penjual resmi. Tujuannya adalah meminimalisir penyalahgunaan nomor pelanggan untuk penipuan dan penyebaran konten negatif atau hate speech yang belakangan semakin ramai.

"Kebijakan kali ini sebetulnya bukan hal baru, karena ini mendukung kebijakan yang sebetulnya sudah diimplementasikan sejak lama yakni 2005. Identitas yang dipergunakan untuk registrasi layanan seluler harus sesuai data pribadi yang disimpan oleh Ditjen Dukcapil," kata Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.

"Karena gaungnya kurang, dan ekosistemnya belum siap, jadi ya tidak bisa berjalan."

Dia menjelaskan ekosistem yang dimaksud adalah infrastruktur teknologi untuk menyusun dan mengakses database Ditjen Dukcapil serta eKTP. Mengapa e-KTP? Rudiantara ingin Indonesia layaknya negara di luar jauh lebih dulu mempraktikan national single identity. 

NIK pada eKTP nantinya bisa dipergunakan untuk kebutuhan transaksi dan layanan lainnya dengan lebih mudah dan aman termasuk di ranah digital.

Kominfo sadar, e-KTP masih terombang ambing pembuatannya di Tanah Air. Namun, jika ekosistem seperti database di Dtijen Dukcapil sudah siap, maka sebaiknya dikerjakan dari sekarang.

Pendapat tersebut juga diamini oleh pihak Dukcapil, yang menurut pengakuannya sudah banyak lembaga yang juga terbantu dengan database yang sudah disusun.

"Saat ini, sudah ada 242 lembaga yang memanfaatkan akses database kependudukan yang kami berikan untuk membantu proses validasi pengguna layanan mereka. Operator menjadi institusi yang paling besar mengakses database kami, kisaran 36 juta NIK telah diakses untuk validasi. Tentu saja, database yang diakses hanya sebatas NIK dan KK, jadi tidak mengancam privasi," jelas Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh.

Jika beberapa waktu lalu, pelanggan harus registrasi ke gerai operator atau penjual kartu prabayar resmi, kini pelanggan bisa melakukan registrasi sendiri. Hal ini wajib bagi pelanggan baru maupun lama. Konsekuensi bagi yang tidak melakukan registrasi ulang, panggilan dan SMS masuk maupun keluar serta akses internet nomor seluler pelanggan akan diblokir.

Kebijakan ini resmi berlaku mulai 31 Oktober 2017, dan harus sudah diselesaikan oleh pengguna sebelum tanggal 28 Februari 2018. Pengguna bisa melakukan registrasi dengan mengirim SMS ke 4444 dengan format NIK#nomorKK# yang sesuai pada eKTP dan KK. 

Pihak Ditjen Dukcapil menjelaskan, jika proses tetap gagal namun identitas benar, artinya pelanggan memiliki masalah pada identitas yang tersimpan di lembaga tersebut sehingga harus diurus. Misalnya, pindah tempat tinggal tapi tidak melakukan penggantian data KTP atau KK. Bagi yang mengalami hal tersebut atau belum menerima e-KTP, bisa membuat surat pernyataan yang diajukan ke gerai operator seluler.


(MMI)

Begini Performa Ponsel Selfie Xiaomi Redmi S2
Review Smartphone

Begini Performa Ponsel Selfie Xiaomi Redmi S2

2 weeks Ago

Xiaomi masuk industri smartphone selfie dengan merilis Xiaomi Redmi S2. Begini performanya. …

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.