Dibeli Grab, Begini Nasib Aplikasi Uber di Asia Tenggara

Mohammad Mamduh    •    Senin, 26 Mar 2018 14:41 WIB
ubergrab
Dibeli Grab, Begini Nasib Aplikasi Uber di Asia Tenggara
foto: Bloomberg via Getty Images

Jakarta: Akuisisi Grab terhadap Uber membuat perusahaan yang didirikan enam tahun silam itu melakukan penyesuaian, khusus untuk wilayah Asia Tenggara.

Sekitar 500 karyawan Uber akan pindah ke Grab, begitu juga dengan sistem layanan yang sudah ada. Bagaimana nasib aplikasi Uber?

Dalam keterangan resminya kepada Medcom.id, pihak Grab menyebut aplikasi Uber di Asia Tenggara akan mati dalam waktu dua minggu ke depan, tepatnya tanggal 8 April.

Kebijakan ini berlaku untuk layanan antar jemput orang dan makanan. Pengguna Uber juga disarankan mulai menggunakan aplikasi Grab yang bisa diunduh via Google Play Store dan App Store.

Pihak Grab menyebut langkah ini diambil untuk meminimalisir disrupsi, dan pelayanan menjadi lebih mudah melalui satu pintu. “Untuk memastikan stabilitas para mitra Uber,” kata Grab.

Layanan antar makanan UberEats akan tetap beroperasi sampai bulan Mei, yang disambil proses integrasi ke GrabFood. Selama masa transisi, Grab juga menyebut bakal memindahkan data pengguna Uber, kecuali informasi pembayaran.

Bagaimana dengan nasib pengendara Uber? Sama dengan pelanggan, mitra pengemudi Uber masih bisa memakai aplikasi sampai 8 April. Selama itu, Uber masih bertanggung jawab untuk membayar tarif dan insentif.

Selama proses migrasi, pengendara Uber masih harus mendaftarkan dirinya lagi ke Grab, dengan batasan sampai 20 April. Hal ini demi memastikan status aktif setiap pengendara. Pihak pengemudi akan dihubungi melalui telepon, SMS dan email untuk informasi lebih lanjut.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.