Laris Manis, Nintendo Tambah Produksi Switch

Lufthi Anggraeni    •    Senin, 13 Nov 2017 17:51 WIB
nintendo
Laris Manis, Nintendo Tambah Produksi Switch
Nintendo mengumumkan rencananya untuk meningkatkan produksi Switch pada tahun 2018 mendatang.

Metrotvnews.com: Nintendo akan meningkatkan jumlah produksi perangkat konsol Switch pada tahun 2018 mendatang. Perusahaan asal Jepang ini berencana memproduksi 25 hingga 30 juta konsol Nintendo Switch mulai bulan April mendatang.

Namun, The Verge melaporkan, jumlah akhir unit yang akan diproduksi pada tahun depan dapat lebih tinggi dibandingkan dengan jumlah tersebut, jika permintaan pada musim liburan mengalami peningkatan secara signifikan. Peningkatan produksi Switch ini juga didorong oleh ulasan positif game Super Mario Odyssey.

Selain itu, Nintendo menyebut pada akhir bulan Oktober lalu bahwa telah meningkat produksi dan akan memproduksi setidaknya 17 juta unit pada tahun pertamanya. Kini Nintendo memiliki harapan lebih tinggi terhadap konsol yang tengah mencicipi popularitas tersebut.

Sebagai informasi, Switch telah terjual sebanyak 7,63 juta unit sejak diluncurkan pada bulan Maret hingga bulan September tahun 2017, dan dipasarkan dengan harga USD300 (Rp4 juta) per unit. Pencapaian penjualannya tersebut dilaporkan memberikan Nintendo keuntungan yang cukup signifikan.

Sebelumnya, Nintendo mengumumkan bahwa Super Mario Run telah diunduh sebanyak 200 juta kali di seluruh dunia, pengunduh dengan persentasi sebesar 90 persen berasal dari luar Jepang. Nintendo masih enggan berbagi informasi lebih terperinci terkait dengan angka pasti pengunduh game pertamanya tersebut.

Nintendo dikabarkan berhasil menyalip penjualan konsol PlayStation 4 pabrikan Sony untuk pasar konsol di Amerika Serikat selama bulan Agustus. Keberhasilannya itu dilaporkan oleh firma riset NPD Group, meski tidak dicantumkan secara detil angka penjualan keduanya.

Di tengah kebahagiannya terkait Switch, Nintendo juga sempat mengalami masa pahit akibat kekalahan terhadap tuntutan hukum iLife Technologies di pengadilan Dallas, Texas, Amerika Serikat. Sebagai akibatnya, Nintendo harus membayarkan denda sebesar USD10 juta (Rp133 miliar) pada iLife Technologies.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.