Cinta Itu Buta, Orang Rela Bagi Data Pribadi ke Layanan Kencan Online

Cahyandaru Kuncorojati    •    Selasa, 14 Nov 2017 08:16 WIB
cyber security
Cinta Itu Buta, Orang Rela Bagi Data Pribadi ke Layanan Kencan Online
Layanan kencan online berisi banyak sekali ancaman bagi penggunanya.

Metrotvnews.com, Jakarta: Perusahaan keamanan Kaspersky Lab melakukan penelitian terhadap pengunna layanan kencan online. Hasilnya, mereka menemukan penggunanya meyakini 'cinta itu buta'.

Istilah 'cinta itu buta' yang dimaksud adalah penggunanya tidak sadar bahwa mereka telah membagikan informasi pribadinya ke pengguna layanan kencan online lainnya yang belum dikenal.

Hal ini tentu saja menurut Kaspersky Lab membuat pengguna layanan tersebut diintah oleh bahaya yang berasal dari dunia digital.

Hasil riset Kaspersky Lab menemukan satu dari sepuluh pengguna layanan situs kencan online atau 13 persen mengakui bahwa mereka berbagi data-data pribadi. Tujuannya untuk memulai sebuah pembicaraan, namun tanpa disadari hal tersebut justru berisiko.

Seperempat pengguna layanan layanan kencan online atau 25 persen dari mereka mengaku berbagi nama lengkap mereka secara jelas di profil. Satu dari sepuluh pengguna bahkan memberikan alamat lengkap rumah dan rincian pekerjaan bahkan rahasia mereka. Parahnya lagi, seperempat pengguna juga mengakui pernah berbagi foto telanjang mereka di halaman profil.

Sebagian besar pengguna membagikan informasi pribadi kepada pengguna lainnya yang mereka rasa 'cocok'. Informasi tersebut di antaranya yaitu 16 persen berupa rincian pribadi.

Satu dari sepuluh pengguna memberikan informasi tersebut selang beberapa menit atau jam setelah berkenalan. 15 persen adalah hal-hal rahasia memalukan pengguna layanan dan 14 persen berupa foto-foto pribadi.

Tentu saja, data semacam ini cukup berbahaya jika jatuh ke tangan yang salah, bahaya yang mengintai tidak hanya berasal dari dunia online tetapi juga dunia nyata. Para pengguna layanan kencan online sangat rentan terkena serangan siber.

Kaspersky Lab menemukan bahwa 41 persen pengguna layanan kencan online mengalami beberapa insiden terakit sistem keamanan IT, misalnya perangkat atau akun mereka diretas, atau ditargetkan oleh ransomware. Tentu saja pada akhirnya pengguna layanan tersebut menjadi khawatir akan keselamatan mereka.

63 persen dari mereka merasa khawatir perangkat yang mereka pergunakan terinfeksi oleh serangan siber, 61 persen khawatir data-data mereka dicuri atau dibocorkan oleh layanan situs kencan online. Dampaknya, 55 persen dari mereka mengaku mengalami ancaman di atas saat menggunakan layanan kencan online.

Sayangnya, hanya sedikit dari pengguna tersebut yang melindungi mereka dengan metode sederhana. Misalnya, hanya 21 persen yang tidak menginzinkan aplikasi layanan kencan online mengakses data di perangkat mereka, dan hanya 27 persen yang menggunakan solusi keamanan atau anti virus.

Oleh sebab itu Head of Consumer Business Kaspersky Lab, Andrei Mochola, meminta agar pengguna layanan kencan online lebih berhati-hati apalagi ketika menemukan pengguna lainnya yang dirasa 'cocok'. Dia ingin penggunna tetap tidak membagikan data-data pribadinya.

"Sama seperti Anda yang tidak akan memberi tahu alamat rumah dan nomor telepon Anda kepada orang asing di jalan atau saat Anda bertemu pertama kali dengan orang asing tersebut, pengguna situs kencan online seharusnya bertanggung jawab atas keamanan data-data mereka dan tidak menganggapnya sudah aman dan tidak tersentuh dalam situs atau aplikasi," imbuh Andrei.


(MMI)

Vivo V7+, Layar Luas Manjakan Pecinta Selfie
Review Smartphone

Vivo V7+, Layar Luas Manjakan Pecinta Selfie

11 hours Ago

Vivo V7 Plus kembali mengunggulkan kemampuan kamera depan, yang diklaim mampu memanjakan penggu…

BERITA LAINNYA
Video /