MWC 2018

MateBook X Pro, Cara Huawei Saingi MacBook Pro

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 26 Feb 2018 16:26 WIB
huaweilaptopmwc 2018
MateBook X Pro, Cara Huawei Saingi MacBook Pro
CEO Huawei, Richard Yu saat memperkenalkan MateBook X Pro. (AFP PHOTO / Josep LAGO)

Jakarta: Ketika Apple meluncurkan MacBook baru pada 2016, mereka membuat laptop dengan desain serupa MacBook Pro dan menghilangkan sebagian besar port yang ada. Laptop itu tidak jauh berbeda dengan pendahulunya, hanya lebih tipis.

Jika dibandingkan dengan laptop Windows seperti Dell XPS 13 dan Lenovo Yoga 920, desain MacBook baru terlihat lawas. Satu hari menjelang Mobile World Congress, Apple mendapatkan pesaing baru dalam industri laptop, yaitu Huawei.

Perusahaan asal Tiongkok itu baru saja memperkenalkan MateBook X Pro. Laptop itu merupakan penerus dari MateBook yang dirilis tahun lalu, yang memang memiliki desain mirip dengan laptop buatan Apple. Huawei mengklaim, laptop terbarunya ini memiliki rasio badan dan layar paling besar saat ini, lebih besar dari Dell XPS. 

Meskipun laptop ini memiliki diagonal 14 inci, tapi ia dilengkapi dengan keyboard full-size dan layar yang biasanya ada pada laptop dengan ukuran 15 inci, lapor Quartz. Untuk membuat layar yang lebih besar, Huawei memutuskan untuk menghilangkan webcam pada bagian atas layar. 


Huawei MateBook X Pro. (AFP PHOTO / Josep LAGO)

Sebagai gantinya, kamera tersebut tersembunyi di balik tombol yang ada di bagian atas keyboard, memungkinkan pengguna untuk menekan keluar kamera itu jika mereka memerlukannya.

Ketika kamera tidak digunakan, ia akan tersembunyi, menghilangkan rasa khawatir bahwa ada pihak ketiga yang bisa mengakses kamera pada laptop tanpa sepengetahuan pengguna. 

Laptop baru Huawei ini juga dilengkapi dengan pemindai sidik jari, speaker Dolby Atmos, dan layar sentuh beresolusi 3K HD, sesuatu yang tidak dimiliki oleh laptop buatan Apple. Huawei juga menambahkan port USB tradisional sebagai pelengpa dari dua port USB-C sebagai jawaban atas permintaan konsumen. MateBook X Pro dihargai EUR1.499 atau sekitar Rp25,2 juta.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.