Dianggap Gagal Cegah Hacker, Operator AS Dituntut

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 06 Feb 2018 17:20 WIB
bitcoincyber security cryptocurrency
Dianggap Gagal Cegah Hacker, Operator AS Dituntut
Ilustrasi. (AFP PHOTO / KAREN BLEIER)

Jakarta: Seorang pria menuntut operator telekomunikasi Amerika Serikat, T-Mobile pada hari Minggu lalu. Dia mengklaim, lemahnya keamanan T-Mobile memungkinkan hacker mengakses akun miliknya pada musim gugur lalu dan mencuri mata uang virtual bernilai ribuan dollar AS. 

Ialah Carlos Tapang, seorang pria dari negara bagian Washington yang menuduh T-Mobile telah membiarkan kriminal mengakses akun miliknya pada 7 November tahun lalu.

Setelah mendapatkan akses ke akunnya, para hacker kemudian memindahkan akun AT&T Tapang ke bawah kendali mereka. 

"T-Mobile gagal mengatasi peretasan ini hingga hari berikutnya," tuduh Tapang dalam dokumen tuntutannya, seperti yang dilaporkan oleh Law360

Setelah mendapatkan nomor ponsel Tapang, para hacker kemudian mengubah password pada salah satu akun cryptocurrency milik Tapang dan mencuri 1.000 OmiseGo (OMG) dan 19,6 BitConnect, klaim Tapang. 

Para hacker itu lalu menukar koin milik Tapang menjadi 2,875 Bitcoin dan memindahkannya dari akun Tapang. Pada 7 November, nilai Bitcoin mencapai USD7.118 (Rp96,4 juta). Itu artinya, ketika itu, para hacker akan mendapatkan USD20,466 (Rp277 juta). 

Dalam tuduhannya, Tapang menyebutkan bahwa T-Mobile ikut bersalah dalam peretasan akunnya karena sang operator menyebutkan bahwa mereka akan menambahkan kode PIN pada akun Tapang sebelum kejadian ini. Namun, mereka ternyata tidak memberikan kode PIN itu. 

Tapang juga mengklaim, para hacker menelepon customer support T-Mobile berulang kali sehingga akun Tapang diberikan tanpa meminta verifikasi identifikasi. Dokumen tuntutan Tapang juga menyertakan beberapa pengguna internet yang telah mengalami kejadian serupa pada akun T-Mobile mereka. 


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.