Serangan Siber Semakin Berbahaya Tahun Ini

Cahyandaru Kuncorojati    •    Kamis, 01 Mar 2018 17:13 WIB
cyber security
Serangan Siber Semakin Berbahaya Tahun Ini
Keamanan siber di tahun 2018 tidak akan mereda namun justru semakin buruk.

Jakarta: Perkembangan teknologi selalu diikuti oleh ancaman. Semakin canggih sebuah teknologi, maka bisa dipastikan semakin parah pula dampak dari serangan siber yang terjadi.

Chief Security Officer BlackBerry Alex Manea mengungkapkan hal yang sama. Satu tahun belakangan, dia berdikusi dengan klien serta pakar kemanan siber. Melalui diskusi tersebut, Manea menemukan bahwa serangan siber di tahun ini akan menjadi lebih dahsyat.

Ada beberapa temuan penting terkait tren keamanan siber pada 2018 yang Manea beritahukan pada Medcom.id. Pertama, tahun 2018 akan menjadi tahun dengan serangan siber paling berbahaya.

Serangan siber yang melanda dunia pada 2017 masih menyisakan pekerjaan rumah yakni sistem teknologi lawas yang masih harus diperbarui atau diganti oleh tim bidang TI. Sayangnya, proses tersebut tidak hanya memakan waktu, tapi juga menyisakan celah yang bisa dimanfaatkan untuk melakukan serangan siber, dengan perusahaan sebagai target utama.

Pada saat yang sama, penjahat siber menjadi semakin canggih dan memiliki lebih banyak insentif untuk melakukan serangan siber, mulai dari membangun ransomware atau melakukan serangan DDoS (Distributed Denial of Service) dan menuntut pembayaran dalam bitcoin.

Pokok temuan kedua adalah serangan siber akan menyebabkan keruskan fisik. Pengamanan pada sistem Internet of Things (IoT) yang tahun ini adopsinya semakin luas menjadi sama pentingnya dengan keamanan publik.

Saat sistem IoT terkena serangan siber, bukan hanya perangkatnya yang mengalami kerusakan tapi juga keamanan penggunanya karena IoT akan sangat berpengaruh terhadap hidup dan mati manusia.

Temuan berikutnya adalah hacker akan menargetkan karyawan karena mereka merupakan celah bagi kriminal siber untuk melakukan serangan. Pertahanan sistem perusahaan selalu menjadi fokus departemen TI, tapi sisi keamanan dari karyawan yang terhubung ke data perusahaan justru diabaikan.

Itu artinya, karyawan harus dilibatkan dalam menjaga keamanan data perusahaan. Jadi, pemahaman akan perlindungan dari serangan siber juga harus diberikan pada sumber daya manusia di perusahaan.

Temuan terakhir, ada tren baru yaitu produksi asuransi dan keamanan siber saling berdampingan. Tahun ini, Manea memprediksi perusahaan asuransi tidak hanya mendapatkan lebih banyak pemegang polis siber, tapi juga mencari dua jalur strategis untuk membantu mengelola risiko bagi perusahaan dan pelanggan mereka, yaitu produk dan ahli atau spesialis.

Perusahaan asuransi akan mulai menjual produk untuk membantu melacak keadaan keamanan klien mereka. Ke depan, perusahaan asuransi juga akan bermitra dengan pakar keamanan siber untuk mengevaluasi kemampuan sebuah perusahaan dalam melindungi diri dari serangan siber.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.