Pitta, Saat Action Cam dan Drone Menyatu

Cahyandaru Kuncorojati    •    Jumat, 22 Dec 2017 17:17 WIB
teknologikickstarterdrone
Pitta, Saat Action Cam dan Drone Menyatu
Pitta menyatukan action cam dan drone.

Jakarta: Action cam dan drone menjadi dua buah mainan baru di langan penggemar teknologi. Harganya pun tidak murah apalagi drone, keduanya sama-sama digunakan untuk menghasilkan konten video yang menarik.

Pernah terbayangkan keduanya disatukan dalam sebuah perangkat? Di 2018 hal ini mungkin terwujud. Pada situs Kickstarter, sebuah perusahaan Eyedea Inc. asal Korea Selatan yang selama ini mengembangkan teknologi sensor kamera dan sensor lainnya sednag mengembangkan Pitta.

Pitta adalah action cam dengan desain modular sehingga dia bisa digunakan seperti mounting cam. Dengan aksesori empat buah baling-baling, dia bisa terbang layaknya drone. Jadi, penggunanya bisa memiliki action cam sekaligus drone.



"Ide pembuatan berasal dari frustasi saat saya yang seorang penggemar berat GoPro, lalu ingin mencoba menerbangkan drone. Dari seluruh drone yang saya coba, semuanya masih menyediakan sistem kendali yang rumit. Maka tercetus ide untuk menciptakan drone yang easy to fly," tutur Co-founder Eyedea Inc. J.B. Hwang.

Menurutnya, dengan sebuah action cam dalam bentuk drone, penggunanya tidak perlu membawa aksesori yang terlalu banyak ketika menggunakan Pitta. Untuk kemampuan kameranya, Eyedea menyematkan kamera 13MP yang mampu merekam video beresolusi 4K 30fps.



Tidak sampai disitu, dalam mode drone Eyedea sudah menyiapkan beberapa fitur secanggih drone saat ini. Mulai dari follow mode, orbit mode, bahkan mode otonom seperti auto landing, come back home, dan terrain aware

Bobotnya sendiri hanya 200 gram, dengan rentang bodi sepanjang 170 mm. Selain kecil dan bisa dikantongi, Pitta juga hanya memiliki bobot setara smartphone. Rencananya, Eyedea akan memamerkan tahap awal produk tersebut di ajang CES 2018 Januari nanti.

Untuk produksi massal, diperkirakan Pitta siap untuk pasar pada April 2018, dengan harga mulai dari USD269 atau 3,6 juta. Jauh lebih murah dari GoPro dan drone yang saat ini populer.




(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.