Celah Google dan Media Sosial Berujung Propaganda

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 03 Oct 2017 19:44 WIB
media sosialpenembakan asfacebooktwittergoogle
Celah Google dan Media Sosial Berujung Propaganda
Penembakan di Las Vegas memakan korban paling banyak. (Ethan Miller/Getty Images/AFP)

Metrotvnews.com: Tak lama setelah penembakan di Las Vegas terjadi, ribuan orang mencari informasi di media sosial untuk mengetahui kelanjutan investigasi dari penembakan dengan korban terbanyak di Amerika Serikat tersebut. Namun, banyak berita di bagian atas pada hasil pencarian merupakan berita tak terverifikasi. 

Membiarkan algoritma untuk menyortir konten internet dan kemudian membagikannya ke jutaan orang tampaknya bukanlah ide yang bagus.

Google dan perusahaan media sosial lainnya mengatakan, mereka terus berusaha untuk mengembangkan algoritma mereka sehingga dapat memberikan sumber berita yang berkualitas. Sayangnya, tragedi di Las Vegas ini menunjukkan bahwa pekerjaan rumah mereka masih sangat banyak.

Dalam fitur "Safety Check" dari Facebook, terdapat update dari blogger sayap kanan yang menuduh bahwa pelaku penembakan adalah "orang gila dari sayap kiri". Sementara berita teratas yang muncul mengandung video clickbait dari layanan agregator berita. Untungnya, ini akhirnya diganti dan berita teratas menampilkan berita dari media nasional dan lokal.

Facebook bukannya satu-satunya pihak yang mendistribusikan berita yang salah. Salah satu rumor yang beredar di 4chan, menyebutkan secara salah bahwa Geary Danley adalah pelaku penembakan, muncul sebagai berita paling atas di Google Widget

"Sayangnya, awal pagi ini, kami diberitahukan bahwa artikel 4chan yang tidak akurat muncul di hasil pencarian kami untuk beberapa kata kunci. Dalam beberapa jam, artikel 4chan telah digantikan oleh hasil yang relevan. Hal ini seharusnya tidak muncul dalam hasil pencarian, kami akan terus memperbaiki algoritma kami untuk mencegah hal ini terjadi di masa depan," ujar Google dalam pernyataan pada Bloomberg dan The New York Times.


(MMI)

Begini Performa Ponsel Selfie Xiaomi Redmi S2
Review Smartphone

Begini Performa Ponsel Selfie Xiaomi Redmi S2

2 weeks Ago

Xiaomi masuk industri smartphone selfie dengan merilis Xiaomi Redmi S2. Begini performanya. …

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.