Honda Ciptakan Saudara Asimo, Robot Penanggulangan Bencana

Cahyandaru Kuncorojati    •    Rabu, 04 Oct 2017 18:10 WIB
teknologi
Honda Ciptakan Saudara Asimo, Robot Penanggulangan Bencana
Robot E2-DR buatan Honda menjadi saudara dari Asimo

Metrotvnews.com: E2-DR menjadi saudara dari Asimo, robot buatan Honda. Robot E2-DR didesain bukan menjadi robot cerdas, melainkan menjadi bala bantuan pada saat terjadi bencana.

Dikabarkan oleh The Verge, purwarupa robot yang merupakan hasil eksperimen Honda selama dua tahun itu diperkenalkan kemarin di perhelatan International Conference on Intelligent Robots and System di Vancouver, Kanada. Tujuan dari riset tersebut adalah menciptakan robot yang bisa dipergunakan saat bencana alam maupun terjadi kecelakaan di pabrik.

Karena masih purwarupa dan fungsinya yang ditujukan lebih kepada pertolongan bencana alam, E2-DR tidak memiliki desain yang bagus. Robot ini memiliki tinggi 168 cm dan berat 85 kilogram. Meski begitu, robot ini mampu bergerak dengan fleskibel. Bagian torso robot ini bisa berputar 180 derajat dan mampu melakukan posisi gerak layaknya manusia.




Ketika harus melewati rintangan di depannya, dia bisa berjalan menyamping, membungkuk, merangkak bahkan tangannya dengan pintar bisa meraih genggaman untuk membantunya menapaki medan yang menanjak bahkan menaiki tangga. Secara teknis, robot ini mampu berjalan dengan kecepatan 2 kilometer per jam, baik dengan dua kaki maupun dengan bantuan kedua tangannya atau merangkak.

Pergerakannya juga dibantu oleh sensor yang ada pada beberapa bagian tubuhnya. Ada kamera, laser, dan infrared, sehingga Honda mengklaim bahwa robot ini masih bisa 'melihat' dalam kondisi penglihatan terburuk di sebuah lokasi.

Untuk material yang digunakan, Honda menggunakan material yang tahan benturan, suhu ekstrem, dan tahan air. Robot E2-DR bisa tetap aktif di kisaran suhu -10 derajat hingga 40 derajat celcius berbekal sistem pendingin di dalamnya. Robot ini dikendalikan dengan konektivitas nirkabel berbekal baterai 1.000Wh yang mampu bertahan hingga 90 menit.

Tentu saja robot ini tidak akan dipergunakan dalam jangka waktu dekat. Honda masih ingin menyempurnakannya hingga beberapa tahun ke depan. Terlepas dari fungsinya yang ditujukan untuk kondisi darurat, banyak pihak menilai bahwa teknologi tersebut akan sangat menarik untuk dikomersialkan.


(MMI)

Video /