Pendapatan Suara Turun, XL tak Khawatir

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 02 Feb 2018 15:59 WIB
xltelekomunikasi
Pendapatan Suara Turun, XL tak Khawatir
Director of Finance, XL Axiata, Mohamed Adlan Ahmad Tajudin (kiri) dan CEO XL Axiata, Dian Siswarini (tengah). (Medcom.id)

Jakarta: Pendapatan kotor XL pada 2017 mencapai Rp22,9 triliun, naik 7 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. 

"Pada 2017, kita berhasil membalikkan keadaan dan mendapatkan keuntungan bersih dari keadaan merugi pada 2016," ujar Director of Finance, XL Axiata, Mohamed Adlan Ahmad Tajudin dalam acara media update di XL Axiata Tower.

"Kita mendapatkan laba bersih setelah pajak sebesar Rp740 miliar pada tahun 2017."

Menariknya, 69 persen dari total pendapatan tersebut berasal dari layanan data. Jika dibandingkan dengan tahun 2016, kontribusi data pada pendapatan XL pada 2017 naik 58 persen.

Karena itulah, CEO XL Axiata, Dian Siswarini mengaku tidak khawatir ketika pendapatan dari voice atau panggilan telepon menurun sebesar 30 persen. 



Tidak heran jika kontribusi pendapatan dari data terus naik, mengingat trafik layanan data XL juga naik hingga 2 kali lipat. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, trafik layanan data XL mengalami kenaikan sebesar 148 persen.

Sementara itu, jumlah pelanggan XL yang menggunakan smartphone juga terus naik. Saat ini, ada 38,3 juta pelanggan XL yang telah menggunakan smartphone. Angka tersebut naik 32 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. 

XL memperkirakan, trafik penggunaan data akan terus mengalami kenaikan. Alasannya karena memang kebiasaan pelanggan telah mengalami perubahan.

Pelanggan tidak lagi menggunakan SMS dan panggilan telepon, sebagai gantinya, mereka lebih sering menggunakan aplikasi chatting, baik untuk mengirimkan pesan atau melakukan panggilan.


(MMI)

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD
Review Smartphone

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD

1 week Ago

Nokia 2 merupakan smartphone kelas pemula dari HMD. Ini ulasan tentang kelebihan dan kelemahann…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.