Negara Ini Susul Venezuela Ciptakan Uang Kripto Resmi

Cahyandaru Kuncorojati    •    Selasa, 06 Mar 2018 10:03 WIB
cryptocurrency
Negara Ini Susul Venezuela Ciptakan Uang Kripto Resmi
Ilustrasi uang kripto.

Jakarta: Beberapa waktu lalu Venezuela menciptakan uang kripto sendiri sebagai jalan keluar atas krisis ekonomi. Kini giliran negara kecil di kawasan Samudra Pasifik yang menyusul Venezuela.

Kepulauan Marshall yang memiliki populasi penduduk sekitar 60.000 jiwa ini menjadi negara kedua yang menciptakan mata uang kripto sendiri sebagai alat pembayaran sah. Mereka menamakan uang kriptonya SOV dari kata "Sovereign".

Dikutip dari TIME, dalam pembuatannya pemerintah Kepulau Marshall tetap menggandeng perusahaan teknologi yang kabarnya berasal dari Israel bernama Neema yang juga akan menjadi investor sekaligus menawarkan uang kripto tersebut ke negara lain.

Pemerintah negara tersebut menyatakan bahwa uang kripto SOV akan memiliki nilai yang sama dengan mata uang dollar AS sebagai alat transaksi pembayaran. Pemerintah Kepulauan Marshall telah menyiapkan jumlah uang kripto SOV sebanyak 24 juta token utnuk menghindari terjaidnya inflasi.

Namun, saat ini pihak pemerintah negara itu belum menyebutkan kapan SOV akan mulai bisa diperjual belikan ke publik, mengingat pada hari pertama dirilis uang kripto Petro milik Venezuela pemerintah Venezuela mengklaim bahwa mereka telah berhasi mengantongi dana sebesar USD735 juta (Rp10 triliun).

Beberapa pihak dan pengamat juga menyambut baik langkah yang diambil oleh Venezuela maupun Kepulauan Marshall, dengan catatan kedua negara ini merupakan gelombang pertama yang meresmikan mata uang kripto sebagai alat pembayaran negara yang sah.

Sementara di negara lain yang pertumbuhan uang kriptonya juga besar masih membahas regulasi untuk mengaturnya dan menyusun sistem blockchain yang membuat uang kripto tidak lagi memiliki sifat anonim yang menyembunyikan catatan transaksi penggunanya.

Mengingat Kepulau Marshall adalah negara kepulauan yang kecil, besar kemungkinan uang kripto negaranya tidak akan memiliki nilai yang terlalu tinggi atau populer di kancah uang kripto internasional.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.