Malware Mobile Marak, Ini yang Bisa Dilakukannya

Lufthi Anggraeni    •    Sabtu, 19 May 2018 09:25 WIB
cyber securitykaspersky
Malware Mobile Marak, Ini yang Bisa Dilakukannya
Peningkatan jumlah serangan malware pada perangkat mobile memungkinkan malware mencuri data dari perangkat.

Jakarta: Kaspersky Lab menyebut bahwa tingkat serangan malware terhadap perangkat mobile mengalami peningkatan selama beberapa tahun terakhir, mengingat adopsi smartphone dalam aktivitas sehari-hari yang kian tinggi, termasuk dalam aktivitas perbankan.

"Adopsi smartphone yang tinggi di kalangan masyarakat Indonesia mendorong peningkatan serangan publik. Sebab bukan sekadar alat komunikasi, kini smartphone telah menjadi alat bantu untuk berbagai transaksi seperti perbankan mobile," ujar General Manager South East Asia Kaspersky Lab Yeo Siang Tiong.

Secara global, Kaspersky Lab mendeteksi serangan malware pada perangkat mobile sebanyak 1.322.578 malware dalam bentuk paket, 18.912 instalasi malware Trojan untuk mobile banking, dan 8.787 Trojan ransomware mobile.

Di ranah global, Indonesia dilaporkan menduduki peringkat ketiga di daftar negara dengan serangan malware mobile tertinggi pada tahun 2017 secara global, dengan jumlah korban mencapai 41,14 persen.

Sedangkan pada kuartal satu 2018, Indonesia menduduki peringkat kesembilan secara global, dengan upaya menginfeksi perangkat mobile dengan malware dialami oleh sebanyak 22,01 persen pengguna.

Sementara itu, Territory Channel Manager Kaspersky Lab Indonesia Dony Koesmandarin menjelaskan malware pada perangkat mobile dapat melakukan sejumlah hal, termasuk mengirimkan SMS dan mengumpulkan info seperti kontak, aplikasi yang terinstal dan riwayat panggilan telepon.

Selain itu, malware mobile juga disebut dapat mengumpulkan seluruh SMS dari perangkat terinfeksi, membuka alamat URL tertentu, dan mulai mengirimkan SMS yang diterima perangkat terinfeksi kepada perangkat peretas, tanpa diketahui oleh pemilik perangkat.

Dony juga menyebut Dvmap sebagai malware pertama Android yang memanfaatkan sematan kode untuk dapat menggencarkan upayanya dalam mengumpulkan informasi rahasia pada perangkat terinfeksi.

Kaspersky Lab juga menyebut bahwa masyarakat Indonesia dinilai masih kurang mewaspadai serangan malware di perangkat mobile.

"Orang Indonesia tak aware karena menilai gampang, saat perangkat bermasalah ya tinggal factory reset atau bawa ke Glodok, ke pusat servis. Tapi ada juga yang sudah aware, meski masih belum menerapkan proteksi terbaik untuk perangkat mereka," Tutup Dony.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.