Google Larang Ekstensi Chrome untuk Tambang Uang Digital

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 03 Apr 2018 13:11 WIB
chromecryptocurrency
Google Larang Ekstensi Chrome untuk Tambang Uang Digital
Ilustrasi. (AFP PHOTO / JACK GUEZ)

Jakarta: Google membuat peraturan baru yang akan mempersulit para cryptojacker. Perusahaan internet itu mengumumkan bahwa mereka akan melarang semua ekstensi penambang mata uang virtual untuk Chrome.

Alasannya adalah karena banyak penipu yang membuat ekstensi untuk menambang menggunakan perangkat korban.

Pada awalnya, Chrome Web Store mengizinkan adanya ekstensi penambang mata uang virtual dengan syarat tertentu. Salah satunya, ekstensi itu hanya berfungsi untuk menambang cryptocurrency.

Syarat lainnya adalah pengguna yang memanfaatkan ekstensi itu tahu bahwa ekstensi itu berfungsi untuk menambang mata uang virtual.

Seperti yang disebutkan CNET, memeringatkan pengguna penting karena proses menambang mata uang virtual biasanya akan memaksa komputer untuk bekerja dengan sangat keras.

"Sayangnya, 90 persen dari ekstensi dengan kode penambang yang para developer coba unggah ke Chrome Web Store tidak memenuhi persyaratan ini. Karena itu, ekstensi-ekstensi penambang telah ditolak untuk dimasukkan atau dihapus dari Store," kata James Wagner, Extensions Platform Product Manager, Google dalam sebuah blog post

Pada bulan Desember, Google harus menghapus ekstensi Archive Poster setelah Bleeping Computer melaporkan bahwa ekstensi Tumblr itu sebenarnya menambang mata uang Monero pada lebih dari 105 ribu perangkat.

Beberapa ekstensi lain, yang terkadang menyamarkan diri sebagai penyingkat URL, juga dihapus oleh Google dalam waktu enam bulan belakangan. 

Mata uang virtual seperti Bitcoin atau Ethereum bisa didapatkan dengan "menambang" ketika penambang menggunakan komputer untuk melakukan autentikasi dan merekam transaksi yang terjadi.

Proses ini sangat menguras tenaga komputer. Karena itu, para penipu berusaha menggunakan perangkat orang lain untuk mendapatkan mata uang virtual tanpa harus membuat komputer yang memadai. 

Skema itu disebut "cryptojacking". Google mengatakan, mereka tidak lagi menerima ekstensi untuk menambang dan akan menghapus ekstensi yang ada pada akhir Juni. Namun, aplikasi terkait blockchain masih diperbolehkan untuk masuk ke Store.


(MMI)

Begini Performa Ponsel Selfie Xiaomi Redmi S2
Review Smartphone

Begini Performa Ponsel Selfie Xiaomi Redmi S2

2 weeks Ago

Xiaomi masuk industri smartphone selfie dengan merilis Xiaomi Redmi S2. Begini performanya. …

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.