Review Smartphone

Samsung Galaxy A6, Desain Menarik dengan Fitur Gimmick

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 23 Jul 2018 12:10 WIB
samsungreview gadget
Samsung Galaxy A6, Desain Menarik dengan Fitur Gimmick
Samsung Galaxy A6. (Medcom.id)

Jakarta: Samsung paling dikenal berkat jajaran smartphone premiumnya dalam lini Galaxy S atau Galaxy Note. Meskipun begitu, itu bukan berarti Samsung mengacuhkan segmen ponsel lainnya. Perusahaan asal Korea Selatan ini juga menyediakan ponsel di kelas pemula dan kelas menengah. 

Galaxy A merupakan lini kelas menengah Samsung. Biasanya, ponsel dalam lini Galaxy A memiliki desain yang mirip dengan smartphone premium Samsung sebelumnya dengan spesifikasi yang lebih rendah.

Pada Galaxy A6, Samsung memang tidak membuat layar yang melengkung pada bagian pinggirnya -- yang merupakan ciri khas ponsel premium Samsung dua tahun belakangan -- tapi Galaxy A6 masih memiliki bezel tipis. 

Inilah ulasan lengkapnya.

 

Desain

Industri smartphone mulai jenuh, meski Indonesia merupakan salah satu pasar yang masih berkembang. Seolah-olah tidak tahu lagi inovasi apa yang harus diberikan, vendor smartphone kini menjadikan warna sebagai salah satu daya tarik untuk ponselnya. Tahun ini, berbagai vendor ponsel menawarkan warna yang mencolok. 

Jika tahun lalu merah menjadi primadona, kini warna unik yang vendor smartphone tawarkan adalah biru dan ungu. Samsung bukanlah pengecualian. Meskipun Galaxy A6 termasuk ke dalam kelas menengah, Samsung menawarkan warna biru untuk ponselnya yang satu ini. Memang, hal ini cukup untuk membuat Galaxy A6 terlihat cukup menarik. 



Dengan bezel tipis, yang merupakan tren smartphone saat ini, Samsung dapat memasang layar yang cukup besar tanpa harus membesarkan bodi ponsel. Pada bagian belakang, Anda akan melihat garis antena pada bagian atas dan bawah. Garis ini tidak terlihat sangat mengganggu, meski ia tidak membuat ponsel ini menjadi terlihat semakin cantik. 



Kamera belakang terletak pada bagian tengah, dengan sidik jari kecil di bagian bawahnya. Sensor sidik jari tidak terlihat mencolok dan mudah untuk dicapai baik dengan tangan kiri dan kanan. Tombol power terletak pada bagian kanan sementara tombol volume di sebelah kiri. 



Satu hal yang cukup unik adalah peletakan speaker, yang ada pada bagian atas tombol power, bukannya di bagian bawah atau belakang seperti kebanyakan smartphone. Ini memungkinkan Anda menggunakan kotak Galaxy A6 untuk memperkuat suara yang dihasilkan oleh ponsel layaknya amplifier

 

Software & Antarmuka

Samsung sudah menggunakan Android 8.0 Oreo untuk Galaxy A6. Ini merupakan sistem operasi terbaru dari Google yang dirilis tahun lalu. Seperti biasa, Samsung juga memasang antarmuka buatannya sendiri.

Salah satu fitur unik yang Samsung tanamkan pada Galaxy A6 adalah Bixby Vision. Berbeda dengan asisten virtual Bixby, Bixby Vision memiliki fungsi yang terbatas pada kamera. 



Dengan Bixby Vision, yang ada dalam aplikasi kamera, Anda bisa langsung mengetahui lokasi dan keadaan cuaca ketika Anda mengarahkan ponsel ke atas. Sementara jika Anda mengarahkan kamera ke lantai, maka Anda akan melihat restoran dan kafe yang ada di sekitar Anda. Selama menggunakan ponsel ini, saya jarang memanfaatkan kedua fitur ini. 



Selain itu, Bixby Vision juga bisa membantu Anda untuk menerjemahkan kata asing. Meski sekali lagi, fitur ini tidak terlalu sering saya gunakan. Fitur yang justru sering saya gunakan justru Game Launcher. Fitur ini cocok untuk Anda yang sering bermain game di ponsel.



Melalui fitur ini, Anda akan dimudahkan mengambil screenshot dan rekaman video ketika bermain. Dan yang paling penting, Anda bisa mematikan notifikasi. Dengan begitu, Anda bisa bermain game tanpa harus khawatir terganggu notifikasi yang mendadak muncul.

Sayangnya, spesifikasi Galaxy A6 kurang mumpuni untuk bermain game yang cukup berat, yang akan dibahas lebih lanjut dalam bagian Performa & Baterai. 

 

Kamera & Video

Samsung tidak melengkapi Galaxy A6 dengan dual kamera, baik pada bagian depan atau belakang. Sebagai gantinya, Galaxy A6 memiliki kamera depan dan belakang dengan resolusi 16MP. Keduanya juga sudah dilengkapi dengan LED flash. Kamera belakang memiliki aperture f/1.7 sementara kamera depan f/1.9.

Salah satu fitur yang Samsung unggulkan pada Galaxy A6 memang kemampuannya untuk mengambil foto di tempat dengan cahaya remang-remang.

Semakin besar aperture (yang dilambangkan dengan nomor yang semakin kecil) semakin banyak cahaya yang masuk ke lensa, sehingga foto yang diambil menjadi semakin terang. 

Saat digunakan untuk mengambil foto di tempat remang-remang, Galaxy A6 memang menghasilkan foto yang cukup baik untuk ponsel kelas menengah. 







Meski tidak dijagokan sebagai ponsel selfie, Galaxy A6 memiliki fitur kamera depan yang cukup lengkap. Anda bisa menggunakan berbagai macam stiker.

Selain itu, Anda juga bisa mengambil foto selfie dengan efek Bokeh atau latar belakang yang mengabur meski Galaxy A6 hanya memiliki satu kamera depan. 





Efek Bokeh pada Galaxy A6 ini dihasilkan menggunakan software
 

Performa & Baterai

Ketika menggunakan Galaxy A6, saya sama sekali tidak perlu khawatir baterai akan habis. Dengan daya 4.000 mAh dan layar AMOLED beresolusi HD+, baterai ponsel ini dapat bertahan dengan sangat awet. Ketika dituji menggunakan PCMark, Galaxy A6 dapat bertahan selama 12 jam lebih. 



Samsung menanamkan Exynos 7780 sebagai CPU dan Mali-T830 sebagai GPU, yang dipadankan dengan RAM 3GB dan memori internal 32GB. Untuk kegiatan sehari-hari, seperti membuka email, menjelajah internet, mengetik catatan, Galaxy A6 dapat berjalan dengan lancar. 

Sayangnya, ketika saya mencoba bermain PUBG Mobile, Galaxy A6 hanya dapat memberikan resolusi low. Game juga sesekali tersendat meski ponsel tidak sampai berhenti mendadak atau bahkan mati mendadak.

Selain itu, memori internal dari Galaxy A6 juga terbilang kecil di kelasnya. Sebagai perbandingan, Xiaomi menawarkan Redmi Note 5 dengan RAM 4GB dan memori 64GB dengan harga Rp3 juta. 



Jika dibandingkan dengan pesaingnya di rentang harga yang sama, spesifikasi Galaxy A6 memang masih kalah. Meskipun begitu, Samsung tampaknya memang tidak hanya ingin memberikan spesifikasi pada ponselnya. Mereka mencoba untuk menawarkan penggunaan yang berbeda. Begitu juga dengan Galaxy A6. 

Anda akan menemukan beberapa fitur yang hanya akan Anda temui pada Galaxy A6 atau pada ponsel lainnya, seperti Game Launcher dan Bixby. Sayangnya, tidak semua fitur itu terbukti sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. 


Kesimpulan
Samsung Galaxy A6 memiliki desain yang cantik dan performa yang cukup baik untuk digunakan melakukan tugas sehari-hari. Baterainya dapat bertahan lama sehingga cocok untuk Anda yang aktif menggunakan ponsel.

Sayangnya, Galaxy A6 kurang mumpuni jika Anda sering bermain game, terutama game dengan grafik yang cukup kompleks. 

Untuk masalah kamera, Galaxy A6 menghasilkan foto yang cukup baik saat digunakan di luar ruangan di bawah terik matahari. Saat digunakan untuk mengambil gambar di tempat remang-remang, Galaxy A6 menghasilkan gambar yang cukup baik untuk ponsel di kelasnya. 

Jika Anda penggemar Samsung yang ingin mencari ponsel kelas menengah, mementingkan desain ponsel dan tidak terlalu sering bermain game, Galaxy A6 cocok untuk Anda.

 
  Samsung Galaxy A6
Prosesor Samsung Exynos 7870
GPU Mali-T830
RAM 3GB
OS Android 8.0 Oreo 
Memori Internal 32GB
Kamera 16MP (belakang), 16MP (depan)
Baterai 4,000 mAh
Layar 5,6 inci, 1480 x 720 pixel
Harga Rp3.799.000
 
 
7.6
Samsung Galaxy A6
Plus
  • Desain menarik dengan warna unik
  • Baterai awet
  • Layar AMOLED
Minus
  • Kurang cocok untuk digunakan bermain game berat
  • RAM dan memori termasuk kecil di kelasnya



(MMI)

Vivo V11 Pro, Berani Kasih Spesifikasi Sesuai Harga
Review Gadget

Vivo V11 Pro, Berani Kasih Spesifikasi Sesuai Harga

9 hours Ago

Vivo V11 Pro sebagai smartphone segmen menengah memberikan RAM 6GB dan kamera depan 24MP.…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.