Xiaomi Yakin Redmi Note 5 Tidak Jadi Kanibal Produk Pendahulu

Lufthi Anggraeni    •    Rabu, 18 Apr 2018 18:57 WIB
xiaomi
Xiaomi Yakin Redmi Note 5 Tidak Jadi Kanibal Produk Pendahulu
Xiaomi yakin kehadiran Redmi Note 5 tidak akan menyurutkan minat konsumen terhadap produk terdahulunya.

Jakarta: Resmi merilis Redmi Note 5 di Indonesia dengan penawaran harga terjangkau dan dukungan teknologi Artificial Intelligence, Xiaomi mengaku tidak khawatir bahwa perangkat terbarunya ini akan menyurutkan minat konsumen pada perangkat pendahulunya.

"Produk berbeda memiliki keunggulan dan segmen pasar berbeda. Xiaomi juga menghadirkan masing-masing produk dengan karakteristik berbeda yang menyasar segmen konsumen berbeda, jadi kami yakin Redmi Note 5 ini tidak akan mengurangi target audience konsumen perangkat terdahulu Xiaomi di Indonesia," ujar Head of Xiaomi South Pacific Region dan Xiaomi Indonesia Country Manager Steven Shi.

Meskipun demikian, Xiaomi mengaku telah mengantisipasi hal tersebut dengan menyesuaikan harga perangkat terdahulunya yang tersedia di pasar Indonesia.

Sementara itu, disinggung versi ketiga dari kombinasi RAM dan ruang penyimpanan internal Redmi Note 5 yang tersedia di pasar luar Indonesia, Xiaomi mengaku akan mempertimbangkan untuk memboyongnya ke Indonesia, namun saat ini belum memiliki rencana untuk menghadirkannya dalam waktu dekat.

Mengunggulkan fitur AI pada Redmi Note 5, Xiaomi menyebut perangkatnya ini mengombinasikan dukungan software dan hardware untuk menghadirkan performa AI terbaik. Namun, AI pada produk Xiaomi ini didukung algoritma khusus karyanya sehingga diklaim memiliki kemampuan lebih baik.

Xiaomi juga mengaku memiliki keuntungan karena AI yang mendukung perangkat ini telah digunakan di sejumlah perangkat pada ekosistem Xiaomi lain, salah satunya adalah speaker cerdas. Hal tersebut memungkinkan AI ini memiliki bahan pembelajaran lebih banyak dan lebih mendalam.

Namun Xiaomi menjamin data yang dipelajari oleh teknologi AI perangkatnya tidak akan berdampak buruk pada keamanan, terutama karena Xiaomi turut menggunakannya untuk fitur Face Unlock.

Xiaomi mengklaim sangat mempedulikan proteksi data, terlebih karena berencana memasarkan produknya di pasar Singapura, Amerika Serikat dan Eropa yang dikenal masyarakat sebagai wilayah dengan peraturan ketat terhadap keamanan data.

Sementara itu, disinggung soal bekal resolusi kamera depan Redmi Note 5 sebesar 13MP, Xiaomi mengaku belum tergiur untuk mengikuti jejak pesaingnya yang berlomba menghadirkan dukungan resolusi besar pada kamera depan perangkatnya.

Sebab menurutnya, besaran megapiksel bukan segalanya dan hanya merupakan salah satu bagian dari faktor penentu performa kamera.

Shi turut mengungkap akan menghadirkan desain kamera belakang bersusun secara vertikal pada perangkat Xiaomi selanjutnya jika desain tersebut masih diminati oleh konsumen. Minat konsumen pada desain kamera belakang ini juga menjadi alasan Xiaomi menghadirkannya pada Xiaomi Redmi Note 5.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.