Computex 2018

Laptop Gaming Tetap Jadi Fokus MSI di Computex 2018

Mohammad Mamduh    •    Rabu, 06 Jun 2018 14:32 WIB
msiComputex 2018
Laptop Gaming Tetap Jadi Fokus MSI di Computex 2018
MSI di Computex 2018

Taipei: Ajang teknologi Computex 2018 resmi digelar di Taipei, Taiwan, 5-8 Juni 2018.

Ini merupakan eksibisi internasional yang melibatkan sejumlah perusahaan teknologi, yang mayoritas berasal dari Taiwan. Sebagai peserta tahunan, MSI kembali memamerkan sejumlah inovasi produk mereka, salah satunya dari segmen laptop gaming.

Pihak MSI menyebutkan gaming tetap menjadi segmen sangat diperhatikan tahun ini. Dalam Computex 2018, mereka memamerkan GS65 Stealth Thin.

Ini merupakan generasi terbaru laptop gaming MSi yang menekankan dimensi tipis dengan performa menarik. Apa yang menarik adalah baluran warna emas yang menggantikan merah, membuatnya tampil lebih elegan.



“GS65 Stealth Thin sudah menggunakan prosesor Intel Generasi ke-8 dan kartu grafis NVIDIA Max-Q,” kata Stanley Lin, Notebook Marketing Manager MSI Indonesia.

MSI GS65 Stealth Thin mengusung layar 15,6 inci bezel tipis, yang sudah mengadopsi refresh rate 144Hz berkat NVIDIA G-Sync, dan GPU GeForce GTX 1070 atau GTX 1060.

Pihak MSI memastikan bahwa bobotnya tetap berada dalam kategori ringan, sekitar 1,88 kg. Salah satu aspek yang ditekankan adalah daya tahan baterai yang diklaim lebih lama, mencapai delapan jam.

Laptop berikutnya yang dipamerkan adalah MSI GF63. Laptop ini termasuk dalam kelas mainstream yang setara dengan lini GL. Target utamanya adalah pasar esport, yang memerlukan spesifikasi tidak terlalu premium tetapi sanggup menampilkan visual pada refresh rate yang tepat.



Dimensinya secara keseluruhan memang tidak setipis rumpun GS, tetapi di dalamnya tetap menawarkan spesifikasi yang menarik. MSI GF63 hadir dalam dua varian, menggunakan prosesor Intel generasi ke-8 dengan pilihan kartu grafis NVIDIA GeForce GTX 1050 atau GTX 1050 Ti.

MSI GE63 Raider RGB menjadi laptop berikutnya yang menekankan aksen RGB pada bodi belakang. Masuk ke dalam kelas mainstream, laptop gaming ini mengusung layar 15,6 inci dengan pilihan resolusi FHD dan UHD. Kartu grafisnya menggunakan seri GTX 1070.

Satu laptop yang tidak masuk segmen gaming adalah Prestige PS42. Dirancang untuk kreator konten, laptop ini mengutamakan desain tipis layaknya ultrabook, berkat bobot 1,19 kg dan ketebalan 15,9 mm. Satu aspek yang menarik adalah balutan warna putih dan sudut layar hingga 180 derajat. Prestige PS42 mengadopsi prosesor Intel Core i7, dengan kartu grafis NVIDIA MX150.



Stanley mengatakan bahwa laptop yang dipamerkan ini akan masuk ke pasar Indonesia. Soal harga, ia menyebutkan bahwa untuk setiap varian akan dibanderol bervariasi tergantung kelas dan generasi sebelumnya yang sudah lebih dulu hadir di Tanah Air.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.