Ritase Coba Rambah Peluang di Manajemen Pengiriman Barang

Lufthi Anggraeni    •    Jumat, 11 May 2018 15:10 WIB
teknologistartup
Ritase Coba Rambah Peluang di Manajemen Pengiriman Barang
Ritase.com mencoba menawarkan solusi manajemen untuk logistik pengiriman barang bagi pebisnis di Indonesia.

Jakarta: Menyadari perkembangan dunia digital yang turut berdampak pada aktivitas belanja online dan pengiriman barang, Ritase hadir untuk mencoba peruntungannya dengan menghadirkan solusi logistik manajemen pengiriman barang bagi pelaku bisnis di Indonesia.

"Setelah mencermati persoalan logistik di Indonesia dengan riset cukup panjang, kami hadirkan Ritase sebagai solusi manajemen pengiriman barang yang praktis, terintegrasi dan transparan," ujar Founder dan CEO Ritase.com Iman Kusnadi.

Seperti yang dijelaskan Iman, Ritase merupakan layanan manajemen transportasi digital yang tersedia dalam versi mobile dan desktop. Platform ini menghubungkan pengirim barang, yang disebut Ritase sebagai shipper, dengan pengantar barang atau transporter secara langsung.

Ritase mengklaim menawarkan pilihan fitur koneksi API yang dapat disesuaikan dengan sistem pengguna, yaitu fitur open dan closed environment. Fitur ini memungkinkan platform digunakan perusahaan dan jasa pemesanan transportasi yang menggunakan sistem manajemen dan pelacakan online (OMTS).

Selain itu, Ritase juga menawarkan kemampuan memonitor efektivitas dan efisiensi proses pengiriman barang secara detil, juga hasil foto digital yang menampilkan bukti penerimaan barang sebagai salah satu bentuk pengendalian terkait dengan kualitas kerja.

Fitur lain yang ditawarkan adalah Laporan Inteligensi Bisnis, menampilkan laporan bisnis terkait pesanan pengiriman, dari volume, armada yang dibutuhkan, distribusi pesanan, jumlah pembayaran hingga perhitungan komersial atas proyek pengiriman barang secara otomatis.

Laporan bisnis ini diklaim dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan pengguna platform, dan juga secara langsung dapat digunakan untuk mendukung laporan manajemen perusahaan guna membantu mencegah terjadinya kesalahan akibat kesalahan manusia.

Fitur tersebut juga mendukung fitur lain seperti Trip Managemen, Load Planning, Live Tracking, dan Order Status.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.