Digitalisasi Bantu Indonesia Jadi Ekonomi Digital Terbesar di Asia Tenggara

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 24 May 2018 15:13 WIB
teknologi
Digitalisasi Bantu Indonesia Jadi Ekonomi Digital Terbesar di Asia Tenggara
Vice President & General Manager Asia Pacific, Zoho Corporation, Gibu Mathew. (Medcom.id)

Jakarta: Indonesia diperkirakan akan menjadi negara ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada 2025. Menurut PwC Study pada 2016, lebih dari 25 persen Usaha Kecil Menengah (UKM) dan perusahaan besar di Indonesia mulai mempertimbangkan adopsi dan implementasi teknologi. 

Vice President & General Manager Asia Pacific, Zoho Corporation, Gibu Mathew, Indonesia akan bisa merealisasikan potensi sebagai ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara jika UKM dan perusahaan besar melakukan transformasi digital dan membuat para pekerjanya menjadi lebih efektif. 

Saat ditemui di Fairmont Hotel, Kamis 24 Mei 2018, Gibu menjelaskan bahwa UKM merupakan tulang punggung dari perekonomian di Indonesia. Sayangnya, hanya sembilan persen dari UKM yang cukup paham tentang teknologi untuk memanfaatkannya. 

"Ketika Anda harus bersaing untuk mendapatkan pelanggan global atau bahkan di kawasan tertentu, mereka harus bisa menjadi lebih kompetitif," katanya. "Mereka harus menanamkan investasi lebih besar di bidang TIK. Karena ketika Anda memiliki infrastruktur TIK yang baik, pekerja akan menjadi lebih produktif."

Gibu menjelaskan, UKM di Indonesia bisa mempersiapkan diri untuk melakukan digitalisasi dengan memerhatikan apa yang terjadi di negara atau kawasan lain. Selain itu, mereka juga bisa mengunjungi berbagai acara seminar untuk mengetahui seberapa canggih teknologi yang mereka gunakan. 

"Dengan memerhatikan apa yang terjadi di kawasan lain, UKM di Indonesia juga akan menjadi termotivasi untuk menggunakan teknologi yang lebih canggih," katanya.

Perkataan Gibu didukung oleh Avinash Kagava, Manager, Corporate Marketing & Communications ManageEngine, salah satu anak perusahaan dari Zoho Corporation. 



"Mereka mulai siap," kata Avinash saat ditanya apakah UKM Indonesia sudah siap untuk menggunakan berbagai solusi perusahaan yang disediakan oleh ManageEngine.

"Pemerintah juga mulai mendorong agar ada lebih banyak startup dan mendorong mereka untuk menanamkan investasi lebih banyak di bidang TIK. Ini adalah beberapa faktor yang akan membuat UKM menjadi semakin mengerti teknologi."

Mengingat UKM menyumbang 90 persen dari ekonomi Indonesia, Gibu mengatakan perusahaan mengerti betapa pentingnya berinovasi untuk UKM. Karena itulah, hampir setengah dari total produk yang ManageEngine tawarkan memiliki versi gratis. 

"Lebih dari 40 produk kami ditawarkan dalam bentuk freemium," kata Avinash. "Ketika pelanggan mencoba untuk pertama kalinya, mereka akan bisa mencoba versi enterprise dengan gratis selama satu bulan. Setelah itu, jika mereka tidak mau membayar, maka layanan yang mereka gunakan akan diturunkan menjadi versi gratis dengan dukungan terbatas."

Avinash menjelaskan, tidak sedikit klien mereka yang pada awalnya hanya menggunakan produk versi gratis mereka dan berakhir menggunakan versi enterprise berbayar karena meningkatnya kebutuhan mereka. 

Produk yang ManageEngine tawarkan beragam, mulai dari IT Service Management, IT Operations Management, IT Analytics, IT security, Endpoint/client Management, sampai Active Directory Management.

Semua produk ini bisa Anda bisa pasang melalui situs mereka. Menariknya, Gibu menjelaskan, pelanggan juga bisa melakukan kustomisasi pada produk ManageEngine sesuai dengan kebutuhan mereka. 


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.