Strategi Baru Xiaomi, Hanya Ambil Untung 5%

Cahyandaru Kuncorojati    •    Jumat, 27 Apr 2018 09:44 WIB
xiaomi
Strategi Baru Xiaomi, Hanya Ambil Untung 5%
CEO dan Pendiri Xiaomi, Lei Jun.

Jakarta: Dalam peluncuran smartphone terbaru Mi 6X di Tiongkok, Xiaomi juga umumkan sebuah strategi baru yang boleh dibilang jarang dilakukan perusahaan lain dalam bisnis.

Xiaomi menjanjikan kepada semua penggunanya bahwa perusahaan akan selamanya membatasi margin laba bersih setelah pajak untuk seluruh penjualan hardware (termasuk smartphone, IoT dan produk lifestyle) hingga maksimum 5 persen.

Berdasarkan informasi yang dibagikan Xiaomi kepada Medcom.id, strategi ini merupakan visi pendiri sekaliguus CEO Xiaomi Lei Jun untuk menyediakan inovasi bagi semua orang. Hal ini diwujudkan lewat Xiaomi Mi 6X yang diibanderol di harga Rp3,5 juta.

Mi 6X diperkuat Qualcomm Snapdragon 660, dual kamera 20MP, dan software AI terbaru untuk foto portrait serta spesifikasi yang biasanya hanya tersedia di smartphone di rentang harga Rp6,5 juta.

Dijelaskan bahwa beberapaa hari sebelumnya dewan kepengurusan Xiaomi mengeluarkan resolusi yang menyatakan untuk akhir tahun keuangan 2018 dan setiap tahun sesudahnya, Xiaomi menjanjikan kepada semua penggunanya bahwa perusahaan akan membatasi margin laba bersih setelah pajak untuk seluruh penjualan hardware hingga maksimum 5 persen.

Apabila margin tersebut melebihi 5 persen pada tahun tertentu, Xiaomi disebut akan mendistribusikan margin tersebut kepada para pengguna melalui cara yang masuk akal.

"Sejak awal, kami memulai misi besar untuk mencapai inovasi, kualitas, desain, pengalaman pengguna dan peningkatan efisiensi, untuk menyediakan produk dan layanan teknologi terbaik dengan harga terjangkau. Kami berharap produk dan layanan kami akan membantu para pengguna untuk bisa mencapai kehidupan yang lebih baik," ungkap Lei Jun.

Janji Xiaomi yang cukup berani tersebut dilandasi oleh model bisnis yang terdiri dari tiga pilar pertumbuhan: hardware inovatif dengan kualitas tinggi dan desain yang menarik untuk memberikan pengalaman pengguna yang luar biasa, ritel baru yang sangat efisien, dan beragam layanan internet yang menarik.

"Pengaruh Xiaomi terhadap kondisi pasar di seluruh dunia telah secara signifikan menurunkan hambatan bagi konsumen untuk bisa menikmati produk dan layanan berkualitas tinggi," imbuh Lei Jun.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.