Tanggapan Steve Wozniak Soal Apple USD1 Triliun

Lufthi Anggraeni    •    Jumat, 03 Aug 2018 14:21 WIB
apple
Tanggapan Steve Wozniak Soal Apple USD1 Triliun
Steve Wozniak mengaku bangga dengan pencapaian Apple sebagai perusahaan publik pertama bernilai USD1 triliun.

Jakarta: Apple resmi mengumumkan pencapaian sebagai perusahaan publik pertama di Amerika Serikat dengan nilai USD1 triliun (Rp14.499 triliun).

Steve Jobs mungkin tidak dapat menyaksikan pencapaian ini secara langsung, namun tidak demikian dengan Steve Wozniak yang kini tengah berada di Jeddah, Arab Saudi.

Woz, begitu laki-laki ini akrab disapa, menyebut bahwa dirinya mengetahui pencapaian terkait valuasi Apple tersebut dan mengaku bangga terhadap perusahaan yang dibangunnya ini.

Namun, dengan sikap rendah hati yang dikenal masyarakat melekat padanya, Woz menambahkan bahwa dirinya memiliki cara ukur berbeda.

Menurutnya, dirinya tidak mengukur dunia menggunakan metode pengukuruan manusia pada umumnya yang berdasarkan pada angka. Sebuah perusahaan, jelas Woz, menjadi perusahaan yang hebat karena memang sudah hebat.

Sebagai informasi, Steve Wozniak mengundurkan diri dari Apple pada tahun 1985. Namun hingga saat ini Woz dilaporkan masih menerima gaji dari Apple, yang diakuinya berjumlah kecil. Meskipun demikian, Woz masih memiliki saham di Apple, yang kian berkurang setiap tahunnya.

Pada saat Apple mengajukan penawaran publik awal pada tahun 1980, Woz memiliki saham di Apple sebanyak 7,9 persen. Hal ini dapat diartikan bahwa jika Woz tidak menjual sahamnya pada setiap tahunnya, saham miliknya saat ini akan bernilai sebesar USD79 miliar (Rp1.145 triliun).

Karenanya, Woz dilaporkan memiliki kekayaan sebesar USD100 juta, menjadikannya sukses dan makmur jika dinilai berdasarkan metode penilaian manusia pada umumnya.

Sementara itu selama beberapa tahun lalu, Woz dilaporkan lebih memilih untuk menggunakan berbagai perangkat Android, setidaknya hingga iPhone 6 diluncurkan.

Sedangkan terkait dengan permasalahan yang dihadapi Facebook menyoal Cambridge Analytical, Woz menyebut bahwa Apple merupakan perusahaan yang berbasis pada produk yang baik, dan tidak perlu menginvasi privasi pengguna untuk dapat menghadirkan produk yang baik.

Woz menyebut kembalinya Jobs ke Apple pada tahun 1997 sebagai kunci dari peningkatan nilai dari perusahaan tersebut. Kala itu, Jobs dinilainya lebih dewasa jika dibandingkan dengan Jobs saat dipecat oleh John Sculley, sehingga mampu menghasilkan rangkaian perangkat yang sukses di pasaran.

Sayangnya, Woz menilai momen tersebut mungkin tidak akan pernah terulang kembali. Sementara itu, Tim Cook dinilai menampilkan performa yang baik sebab mampu menjaga kestabilan perusahaan teknologi raksasa asal Amerika Serikat tersebut, meski mengusung metode berbeda dari prinsip yang diusung Jobs.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.