Bot Bisa Bermain Sebagai Tim, Bill Gates: Pencapaian Besar

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 28 Jun 2018 11:13 WIB
gameskecerdasan buatan
Bot Bisa Bermain Sebagai Tim, Bill Gates: Pencapaian Besar
Bill Gates puji AI yang bisa kalahkan tim manusia dalam Dota 2. (AFP PHOTO / Lionel BONAVENTURE)

Jakarta: Salah satu pendiri Microsoft, Bill Gates menganggap bahwa kecerdasan buatan (AI) yang dapat mengalahkan manusia dalam bermain game sebagai pencapain besar.

Open AI, perusahaan yang Elon Musk bantu dirikan, telah membuat lima AI yang disebut OpenAI Five, yang dapat mengalahkan tim manusia dalam game multiplayer DOTA 2. 

Tidak hanya bot ini dapat bekerja sama sebagai tim, mereka dapat mengalahkan manusia beberapa kali. Anda bisa menonton video pertandingan antara AI melawan manusia dalam video di bawah. 



OpenAI Five melatih dirinya sendiri dengan bermain DOTA 2 melawan dirinya sendiri dengan durasi selama 180 tahun setiap hari.

"Kami menjalankan game ini menggunakan lebih dari 100 ribu CPU dan bot kami belajar dari setiap game yang mereka mainkan," kata Christy Dennison, salah satu teknisi pembelajaran mesin di OpenAI. 

Namun, kelima bot ini tidak langsung bisa bekerja sama dengan baik. "Pada awalnya, kelima bot bermain dengan egois, tapi penyesuaian bisa dilakukan agar mereka peduli dengan rekan mereka sehingga mereka bisa belajar untuk bermain sebagai tim," kata Dennison. 

Menurut Gates, kemampuan AI untuk bekerja sama sebagai tim adalah pencapain besar dalam pengembangan AI. 
 

Dalam video OpenAI, seorang "ahli Dota" bernama William "Blitz" Lee berkomentar tentang cara bermain kelima AI. Dia mengaku kagum dengan kemampuan para AI untuk menguasai bagian-bagian dari peta. Blitz sendiri kalah ketika melawan para bots ini. 

"Rasanya seperti setiap kesalahan yang saya buat dieksploitasi dan saya merasa manusia tidak bisa melakukan itu," katanya. 

Sekarang, bots dari OpenAI akan diadu dengan para pemain profesional untuk melihat apakah mereka juga akan menang. Kompetisi DOTA 2, The International akan diadakan pada bulan Agustus. Pada akhir Juli, OpenAI Five akan melawan para pemain Dota 2 profesional terbaik di dunia. 


(MMI)

Nokia 6.1 Plus, Pilihan Pemburu Android One
Review Smartphone

Nokia 6.1 Plus, Pilihan Pemburu Android One

10 hours Ago

Nokia 6.1 Plus jadi smartphone Android One yang layak menjadi pilihan di antara merek lainnya.…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.