Intel Matikan Project Alloy

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Minggu, 24 Sep 2017 17:30 WIB
intelvirtual reality
Intel Matikan Project Alloy
Intel akan menghentikan pengembangan Project Alloy.

Metrotvnews.com: Intel telah menghentikan pengembangan Project Alloy, yaitu program untuk mengembangkan platform headset VR. Program itu awalnya bertujuan memberikan referensi desain pada perusahaan rekan Intel untuk membuat perangkat VR mereka sendiri. 

Intel seharusnya meluncurkan platform tersebut tahun ini. Namun, menurut laporan RoadtoVR, mereka telah memutuskan untuk membatalkan proyek tersebut karena kurangnya minat dari perusahaan rekan mereka. Sayangnya, Intel tidak memberikan penjelasan lebih lanjut tentang mengapa rekan mereka kurang tertarik dengan proyek ini.

Bisa jadi, seperti yang disebutkan oleh Engadget, para manufaktur seperti ASUS, Acer, dan Dell lebih memilih untuk fokus membuat headset Microsoft Mixed Reality.

Dalam wawancara dengan PCWorld, Kim Pallister, Virtual Reality Center of Excellence Director, Intel juga mengungkap satu alasan lainnya. Dia menyebutkan, Intel sadar bahwa headset mandiri "bisa jadi bukanlah desain yang paling baik" dan tidak akan bisa bersaing dengan headset yang terhubung ke PC dari segi performa. 

Karena itu, daripada meneruskan Project Alloy, Intel akan fokus untuk mengembangkan koneksi WiGig yang memungkinkan dibuatnya headset VR yang terhubung ke PC tanpa kabel. Selain itu, mereka juga akan fokus untuk mengembangkan teknologi terkait VR lainnya. 

"Intel telah memutuskan untuk tidak lagi fokus pada pengembangan Project Alloy. Namun, kami akan terus melanjutkan investasi dalam pengembangan teknologi untuk memberikan pengalaman AR/VR yang lebih baik," ujar Intel dalam pernyataan resmi pada RoadtoVR


(MMI)

Begini Performa Ponsel Selfie Xiaomi Redmi S2
Review Smartphone

Begini Performa Ponsel Selfie Xiaomi Redmi S2

2 weeks Ago

Xiaomi masuk industri smartphone selfie dengan merilis Xiaomi Redmi S2. Begini performanya. …

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.