4 Langkah YouTube Lawan Terorisme

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 19 Jun 2017 12:20 WIB
youtube
4 Langkah YouTube Lawan Terorisme
YouTube mengambil langkah ekstra untuk hadapi terosime. (Lucy Nicholson / Reuters)

Metrotvnews.com: Beberapa bulan belakangan, media sosial berada di bawah tekanan untuk bersih dari konten yang mendorong ekstremisme dan propaganda teroris.

Dalam artikel opini yang dipublikasikan di Financial Times, YouTube telah menjelaskan 4 langkah yang mereka ambil untuk melawan kegiatan ektremis di platform video itu. Kent Walker, Senior Vice President dan General Counsel Google, menuliskan bahwa YouTube telah bekerja sama dengan berbagai pemerintah dan badan berwajib untuk mengidentifikasi dan menghapuskan konten berbau ekstremisme dan mengembangkan sistem untuk membantu mereka melakukan itu.

Pada saat yang sama, dia mengakui, langkah itu masih tidak cukup dan langkah lain harus diimplementasikan di industri dalam waktu dekat.

The Verge menyebutkan, langkah pertama yang YouTube ambil adalah memperluas jangkauan sistem otomatisasi mereka agar dapat mengidentifikasi video terkait teror dengan lebih baik.

Untuk itu, mereka akan menggunakan pembelajaran mesin demi "melatih 'klasifikasi konten' baru untuk membantu kami untuk mengidentifikasi dan menghapuskan konten tersebut dengan lebih cepat."

Selain itu, YouTube juga akan memperbanyak pengguna Trusted Flagger, yaitu sekelompok ahli dengan hak istimewa untuk meninjau konten yang telah ditandai melanggar aturan YouTube. Walker menyebutkan, YouTube hampir melipatgandakan jumlah tim tersebut dengan menambahkan 50 ahli LSM ke 63 organisasi yang telah menjadi bagian dari program ini.

Selain itu, Google juga akan memberikan uang tambahan. Hal ini diharapkan akan memungkinkan Google untuk meminta bantuan grup khusus terkait video tertentu, seperti terorisme atau video tentang melukai diri sendiri.

Langkah ketiga YouTube adalah untuk mengambil keputusan tegas terkait konten yang hampir melanggar standar komunitas, seperti "video yang mengandung konten penghinaan terhadap agama atau konten supremasi". Video ini tidak akan dihapus, tapi akan disembunyikan dan dilengkapi dengan peringatan. Selain itu, video tersebut juga tidak akan bisa dimonetisasi. 

Terakhir, YouTube akan menyebarkan pemikiran anti-radikalisasi dengan mengembangkan program Creators for Change, yang akan mendorong pengguna yang menjadi target grup seperti ISIS ke konten anti-terorisme. 

"Pendekatan yang menjanjikan ini memanfaatkan kemampuan iklan online tertarget untuk menjangkau orang-orang yang berpotensi direkrut ISIS dan mengarahkan mereka ke video anti-teroris yang dapat mengubah pemikiran mereka untuk bergabung," ujar Walker.


(MMI)

Motorola Moto G5S Plus, Kompetisi Ketat Segmen Kamera Ganda
Review Smartphone

Motorola Moto G5S Plus, Kompetisi Ketat Segmen Kamera Ganda

7 hours Ago

Turut memeriahkan tren kamera ganda yang tengah digandrungi produsen smartphone, Motorola juga …

BERITA LAINNYA
Video /