Aplikasi Pengirim Pesan Ini Diklaim Jadi Sarang Utama Predator Anak

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 07 Aug 2017 12:27 WIB
aplikasi
Aplikasi Pengirim Pesan Ini Diklaim Jadi Sarang Utama Predator Anak
Kik Messenger banyak digunakan oleh predator seksual.

Metrotvnews.com: Sebuah laporan investigasi mengklaim bahwa Kik Messenger, aplikasi pengirim yang populer di kalangan anak-anak dan remaja, adalah aplikasi utama yang digunakan oleh predator online yang menargetkan anak-anak. Salah satu alasannya adalah karena aplikasi itu banyak digunakan oleh anak-anak dan remaja. 

Laporan ini merupakan kerja sama antara perusahaan media investigasi asal Inggris Point dan Forbes. Dalam laporan ini disebutkan, dengan menggunakan aplikasi pihak ketiga yang berfungsi mempromosikan sebuah profil, para predator bisa dengan cepat memenangkan kepercayaan para pengguna di bawah umur. 

Kik Messenger adalah aplikasi messaging dari Kik Interactive, perusahaan teknologi asal Kanada yang didirikan pada 2009. Sejak saat itu, menurut The Verge, Kik Messenger telah mendapatkan 300 juta pengguna dan menjangkau 40 persen remaja di Amerika Serikat. 

Point dan Forbes menemukan bahwa Kik biasanya disebutkan oleh pihak berwajib sebagai alat yang digunakan oleh predator. Salah satu pihak berwajib mengatakan, aplikasi ini populer karena, "gratis, mudah untuk digunakan, mudah diakses, memungkinkan pengguna untuk berbagi data secara anonim."

Ini bukanlah pertama kalinya Kik dihubungkan dengan kejahatan pada anak-anak. Pada 2016, The New York Times melaporkan, aplikasi tersebut membuat para pihak penegak hukum khawatir karena semakin banyaknya predator yang menggunakan aplikasi itu untuk saling bertukar pornografi anak, mengirimkan pesan pornografi dan mengajak bertemu dengan anak-anak di bawah umur.

Ketika itu, Kik tengah mengambil berbagai langkah untuk "membantu pencegahan eksploitasi anak", termasuk membuat panduan penegak hukum dan mensponsori konferensi tahunan untuk mencegah kejahatan terhadap anak. 

Meskipun begitu, ditemukan bahwa aplikasi Kik masih sering disalahgunakan, masih banyak predator yang terus menggunakan aplikasi tersebut untuk mengincar anak-anak, dan telah ditemukan bukti bahwa ada banyak kasus eksploitasi anak yang melibatkan Kik. 



Para wartawan dari kedua publikasi tersebut berpura-pura menjadi remaja perempuan berumur 13 dan 14 tahun di aplikasi Kik. Hanya dalam waktu satu jam setelah bergabung dengan beberapa grup publik, keduanya telah mendapatkan pesan pribadi dari pengguna laki-laki, termasuk pesan yang mengandung bahasa dan gambar eksplisit. 

Para wartawan itu kemudian mencoba menggunakan aplikasi pihak ketiga yang disebut KFF Username Finder For Kik, yang akan membantu seseorang untuk mempopulerkan profil mereka di Kik. Hanya dalam waktu beberapa menit setelah mempromosikan profil mereka, mereka mendapatkan ratusan pesan dari pengguna lain. "Tidak hanya pesan tersebut memiliki nada agresif, pesan-pesan tersebut juga berisi gambar dari alat kelamin laki-laki."

Disebutkan, Kik Interactive telah mengambil langkah untuk meminimalisir penyalahgunaan aplikasinya. Tidak hanya itu, predator seksual online biasanya menggunakan banyak aplikasi media sosial saat mencari target anak-anak. Kik juga telah menggunakan sebuah alat yang disebut PhotoDNA untuk mengidentifikasi gambar dan video dari pelecehan anak dan sering membantu pihak berwajib melakukan investigasi. 

Namun, apa yang dilakukan oleh Kik dianggap belum cukup. Point dan Forbes sempat berbicara dengan grup perlindungan anak, yang menyebutkan bahwa Kik bisa melakukan hal-hal lain dalam melawan pelecehan anak, seperti memperkat kendali privasi dan lebih responsif terhadap keluhan pengguna. Satu

Hal yang mengkhawatirkan adalah karena Kik tidak menghapuskan profil pengguna yang dituduh dan dinyatakan sebagai pelaku pelecehan terhadap anak. 

Juru bicara Kik berkata, keamanan adalah prioritas perusahaan dan mereka akan terus menanamkan investasi dalam hal ini. Namun, dia mengaku, perusahaan bisa melakukan tugas ini dengan lebih baik dengan secara proaktif menghapus profil pengguna yang "telah dinyatakan bersalah atas kejahatan terkait pelecehan anak."

Kik bukanlah satu-satunya aplikasi yang harus mengatasi masalah pelecehan di platform-nya. Perusahaan media sosial besar seperti Facebook, Twitter dan YouTube juga pernah mendapatkan kritik dan teguran untuk menghentikan masalah pelecehan pada anak serta ekstremisme. 


(MMI)

Huawei Nova 2i, Jawaban 4 Kamera di Kelas Menengah
Review Smartphone

Huawei Nova 2i, Jawaban 4 Kamera di Kelas Menengah

1 week Ago

Huawei Nova 2i dilengkapi dengan 4 kamera. Inilah ulasan lengkap performanya. 

BERITA LAINNYA
Video /