Samsung Electronics Mulai Produksi Massal Chip 10 Nanometer

Lufthi Anggraeni    •    Senin, 17 Oct 2016 15:40 WIB
samsung
Samsung Electronics Mulai Produksi Massal Chip 10 Nanometer
Samsung mengumumkan telah memulai produksi chipset menggunakan teknologi 10 nanometer.

Metrotvnews.com: Samsung Electronics mengumumkan, mereka telah memulai produksi massal semikonduktor menggunakan teknologi 10 nanometer. Samsung juga mengklaim dirinya sebagai perusahaan pertama yang melakukan hal tersebut.

Menurut Reuters, produk yang Samsung luncurkan tahun depan sudah akan menggunakan chipset dengan teknologi 10 nanometer itu. Samsung memang tidak menjelaskan produk apa yang mereka maksud, tapi sejumlah pihak menduga produk tersebut adalah Galaxy S8.

Dengan menggunakan teknologi 10 nanometer, Samsung juga dilaporkan akan menjadi produsen kontrak tunggal yang memproduksi chipset high-end Qualcomm, yaitu Snapdragon 830. Chipset tersebut akan digunakan pada setengah dari smartphone seri Galaxy S milik Samsung, yang diperkirakan akan diluncurkan pada awal 2017 mendatang.

Samsung juga menyebut, jika dibandingkan dengan proses 14 nanometer, chipset yang diproduksi menggunakan teknologi 10 nanometer menawarkan performa 27 persen lebih baik dengan konsumsi energi 40 persen lebih hemat. Teknologi ini juga memungkinkan produksi 30 persen lebih banyak pada setiap bar.

Teknologi 10 nanometer menggunakan sistem tiga pola, memungkinkan pola pada sirkuit digambar pada bar sebelum dipotong. Sistem ini diklaim memiliki tingkat presisi tiga kali lebih baik. 

Samsung menyebutkan, mereka akan menggandeng klien dan mitra untuk melakukan validasi alat desain 10 nanometer dengan tujuan mendukung proses dan ekosistem pembuatan chipset ini. Hingga awal tahun depan, produksi chipset ini merupakan salah satu kontributor pendapatan utama untuk Samsung.


(MMI)

Menjajal Lebih dalam Polytron Prime 7s
Review Smartphone

Menjajal Lebih dalam Polytron Prime 7s

4 days Ago

Polytron Prime 7s hadir dengan desain tipis dan ringan serta berkesan elegan, namun didukung ba…

BERITA LAINNYA
Video /