Adopsi HBM2, GPU Radeon Vega Bakal Hadir Pertengahan Tahun Ini

Riandanu Madi Utomo    •    Jumat, 24 Feb 2017 13:22 WIB
amd
Adopsi HBM2, GPU Radeon Vega Bakal Hadir Pertengahan Tahun Ini
Radeon Vega bakal hadir pertengahan tahun

Metrotvnews.com: AMD baru saja mengumumkan kartu grafis terbaru, yaitu Radeon 500 Series akan hadir di pertengahan tahun tepatnya pada Q2 2017.

Kartu grafis yang menggunakan GPU Vega ini juga rencananya akan diperkenalkan oleh Chief Architect Radeon Technologies Group, Raja Koduri, pada acara "Capsaicin and Cream" di ajang GDC 2017 akhir bulan ini.

Menurut WCCFTech, acara Capsaicin and Cream akan dilangsungkan pada tanggal 28 Februari mendatang. AMD juga akan menyiarkan acara tersebut secara langsung melalui situs resminya. Selain akan memperkenalkan kartu grafis Radeon 500 Series, AMD dikatakan akan memperlihatkan hasil benchmark performa resminya.

Vega merupakan GPU terbaru yang akan menjadi penerus dari Polaris yang dirilis tahun lalu. Vega masih menggunakan arsitektur 14nm, sehingga diperkirakan akan masih memiliki tingkat konsumsi daya yang sama seperti Polaris.

Bedanya, GPU VGA akan digunakan di kartu grafis kelas atas bahkan salah satunya dikatakan bakal menyaingi NVIDIA GeForce GTX 1080.



Vega juga masih akan tampil dengan arsitektur Graphic Core Next (GCN), hanya saja blok arsitekturnya benar-benar baru. Dengan demikian, GPU ini akan tampil dengan perubahan performa yang cukup drastis, mulai dari mesin komputasi, rendering, hingga kalkulasi geometri. 

Salah satu perbedaan mencolok yang ada di GPU Vega adalah modul memorinya. Vega menggunakan memori berteknologi HBM2, yang merupakan pengembangan dari teknologi High Bandwidth Memory (HBM) generasi pertama yang digunakan di GPU Fiji.

Berkat frekuensi yang ditingkatkan, HBM2 mampu menghadirkan bandwidth hingga dua kali lipat dari HBM1. Setiap stack memori HBM2 juga memiliki kapasitas hingga 8 kali lebih besar dari HBM1.

Dalam CES 2017 kemarin, Vega dipamerkan oleh AMD dengan memainkan DOOM pada resolusi 4K menggunakan konfigurasi grafis maksimal. Hasilnya, game dapat berjalan dengan rata-rata framerate 70fps. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.