Apple Tuntut Qualcomm

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Sabtu, 21 Jan 2017 14:37 WIB
applequalcomm
Apple Tuntut Qualcomm
Apple tuntut Qualcomm karena dianggap meminta royalti yang tidak wajar. (AFP PHOTO / GABRIELLE LURIE)

Metrotvnews.com: Apple menuntut Qualcomm senilai USD1 miliar. Perusahaan asal Cupertino itu mengklaim bahwa selama bertahun-tahun, perusahaan pembuat chip itu telah secara tidak adil memaksa membayar teknologi yang tidak ada hubungannya dengan mereka.

Minggu ini tampaknya menjadi minggu yang buruk untuk Qualcomm, seperti yang disebutkan Engadget. Beberapa hari lalu, Komisi Dagang Federal (FTC) juga menuntut Qualcomm atas tuduhan praktek monopoli dan taktik eksklusivitas dalam pasar prosesor baseband mobile, yang merupakan chip dibalik konektivitas jaringan pada perangkat mobile. Tuntutan Apple mengikuti klaim dari FTC ini.

Apple mengklaim bahwa Qualcomm menuntut bayaran 5 kali lipat lebih besar dari total bayaran yang diminta oleh semua pemberi lisensi yang Apple gunakan.

Apple juga menyebutkan, Qualcomm menahan pembayaran sebesar hampir USD1 miliar ketika Apple bekerja sama dengan pihak berwajib Korea Selatan ketika mereka menyelidiki tentang praktek dagang tidak adil yang dilakukan oleh Qualcomm.

Saat ini, masalah praktek dagang yang tidak adil inilah yang juga menjadi alasan FTC dan Apple menuntut Qualcomm. Pada bulan Desember, regulator Korea Selatan memberikan denda pada Qualcomm senilai USD854 juta karena menyalahgunakan posisi dominannya di pasar prosesor smartphone membuat para vendor perangkat mobile membayar royalti tinggi pada merkea. 

"Kami sangat kecewa dengan cara Qualcomm melakukan bisnis dengan kami dan sayangnya, setelah bertahun-tahun adanya perselisihan tentang pembayaran royalti yang wajar, kami tidak punya pilihan lain selain membawa masalah ini ke pnegadilan," kata Apple pada CNBC.

Sayangnya, Qualcomm belum menjawab ketika diminta untuk berkomentar tentang hal ini.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.